Posts

Showing posts with the label Budaya

November Report - Sebuah Catatan

Image
Sang Pena - Alhamdulillah, teriring rasa syukur ketika tulisan ini saya ketik. Saudara muslim kita di tanah Gaza "sementara" telah terselamatkan. Adanya mediasi Israel dan Mesir akhirnya berhasil merumuskan gencatan senjata.  Meskipun beberapa pihak mengatakan ini hanya sementara. Setidaknya kita sebagai warga muslim patut mensyukuri. Kita menang. Menang atas yahudi  yang telah mendzalimi hak muslim di tanah para nabi.  November lagi-lagi kelabu. Sejarah dunia telah dikotori. Sekali lagi oleh Yahudi. Dan kekuatan-harapan dunia seolah hanya diam terpaku, diam menyaksikan pembantaian oleh jet-jet tempur tak berawak milik zionis tersebut. Tak ada yang disalahkan, kecuali Yahudi. Menyalahkan PBBpun tak lagi berguna, PBB hanyalah boneka Amerika, boneka Israel. Selama hak veto bagi Amerika tidak dicabut, rasa-rasanya kecil harapan kita untuk kedamaian umat Islam di timur tengah.  Bulan ini, dengan sepenuh hati saya berdoa. Berlinang air mata untuk Palestina. Yakinl...

Renungan Shubuh

Image
Sang Pena - Beberapa dari kita seringkali lupa, seringkali alfa bahwa hidup ini bukan semata untuk kesibukan dunia. Kita sering bahkan sangat terlalu, mengejar sesuatu yang bahkan tidak ada bergunanya sama sekali. Dunia telah membuat kita lupa. Sungguh Kebahagiaan, bukankah ini yang sejatinya hendak kita raih? Jika kebahagiaan, lalu untuk apa kamu banggakan apa yang kamu kejar itu? Lihatlah, mereka yang tak pernah sekolah Mereka yang tak pernah mengenal peradaban. Terbersit tanya, pernahkah mereka berharap menjadi kita? Yang tidak mungkin, kita tak pernah berharap menjadi mereka. Kawanku, jika waktu berputar dan benar pasti berputar Mungkin kelak akan ada saatnya ketika kita harus menjadi mereka? Mau? tidak!  Yang harus kita lakukan adalah melakukan perubahan, sebaik-baiknya, sebenar-benarnya. Jika harus menghamba, menghambalah kepada Allah, bukan harta Jika harus berbagi, berbagilah dalam keikhlasan sebagian hartamu, kepada mereka yang dimiskinkan sistem Tana...

355. Kang Moeslim dan Muhammadiyah

Image
Sang Pena - KOMPAS - Oleh : Ahmad Najib Burhani Kang Moeslim Abdurrahman berencana mengumpulkan anak-anak muda Muhammadiyah yang sepanjang 2002-2006 dia kumpulkan dan bina dalam wadah Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah. Mereka kemudian bisa belajar ke sejumlah negara untuk program master atau doktor. Di antara mereka yang telah atau hampir selesai adalah Tuti Alawiyah (PhD, Universitas Texas-Austin), Hilman Latief (PhD, Universitas Utrecht), Alpha Amirrachman (PhD, Universitas Amsterdam), Ai Fatima (PhD, Universitas Leeds), Nur Hidayah (PhD, Universitas Melbourne), Boy Pradana (PhD, NUS), Andar Nubowo (PhD, Sorbonne), dan saya (PhD, Universitas California-Santa Barbara). Namun, ketika kami murid-murid Kang Moeslim pulang dan berniat bertemu dengannya, menghidupkan lagi jaringan yang dulu dibangun, Kang Moeslim meninggalkan kami untuk menghadap Ilahi. Dia meninggalkan kami sebelum kami sempat mengucapkan terima kasih dan membalas jasa-jasanya. Orang pinggiran Banyak hal ...

353. Flash : Jangan Sombong Bro!

Image
Sang Pena - Iseng adalah pekerjaan paling mudah, murah, dan menyenangkan. Percaya? Pembaca yang terhormat, postingan ringkas, singkat, padat dan irit ini hanya akan menampilkan gambar. Gambar yang cerdik, licik, dan unik. Yuk, cekidot. :) Selamat menikmati jamuan berikut :D Pesan yang sebenarnya hendak saya sampaikan adalah, siapapun anda, seberapa banyak pun uang anda, seluas apapun tanah anda, atau seberapa tebal kumis anda. ANDA TIDAK BOLEH SOMBONG! titik. Karena apa? Orang yang sombong tanpa disadari tidak mengakui KEBESARAN TUHAN. :) Lyla K.

352. Cerpen : Melankolia

Image
Sang Pena - Cerpen- Oleh : Mashdar Zainal*. (dimuat harian SINDO , 8 Juli 2012) Aku terdampar begitu saja di tempat ini, seperti terjatuh tibatiba dari rahim langit yang terbelah. Aku terlempar, kemudian nyugsep ke tanah. Sekujur tubuhku compangcamping oleh luka. Aku mengaduh. Tertatih. Merabaraba. Mencoba berdiri. Langit, disambut jutaan sepi yang mendesis-desis. “Selamat datang, kami termazkur sepi,kami akan setia menemanimu…” Aku terkesiap. Melepaskan panah pandang.Hanya ada remang.Remang yang lapang. Lapang yang lengang. Langit muram, seperti wajah perawan yang kalah dalam roman.Tempat ini tampak seperti sebuah lukisan tanpa warna.Hanya warna kertas dan warna pensil. Putih. Hitam. Perpaduan, kelabu dan remang. Aku berdiri tepat di tengah ruas jalan yang sangat lebar. Satu-satunya jalan yang ada.Jalan yang pangkal dan ujungnya tertelan remang. Aku tersesat. Tak tahu harus ke mana. Sejauh apapun aku melangkah,yang kutemui hanya sepi.Sepi yang mendesis-desis. “Kam...

344. Biografi Ahmad Wahid

Image
Sang Pena - Seseorang yang dikenang, adalah yang mampu menempatkan namanya dalam sejarah, tak peduli seberapa lama hidupnya, dan apa yang dilakukannya, tetapi seberapa besar kontribusinya untuk memberikan perubahan dan pencerahan bangsa. === Pembaca yang budiman, Ahmad Wahib adalah sosok pemikir muda yang namanya cukup dikenal di masyarakat cendekia Indonesia . Sejarah telah mencatat namanya dengan tinta emas, karena semangatnya yang begitu besar untuk membumikan toleransi di Bumi Indonesia. Maka, pada kesempatan kali ini, dengan sedikit mengutip yang banyak dari situs Ahmad Wahib Inspirasi untuk Toleransi , saya mempersembahkan kembali sebuah biografi dari tokoh yang layak diketahui oleh para generasi muda Indonesia. Selamat membaca :) AHMAD Wahib lahir di Sampang, Madura, pada 1942. Wahib tumbuh dewasa dalam lingkungan yang kehidupan keagamaannya sangat kuat. Ayahnya adalah seorang pemimipin pesantren dan dikenal luas dalam masyarakatnya. Tapi ia juga adalah orang yang berpikir...

Puisi - Diam

Image
Sang Pena - Puisi - Oleh : Anonim Diam ... Mencintaimu, mengagumi dan berharap Tanpa berkata, berharap suatu saat nanti kau kan tahu Hati ini kan tetap menunggu Tuk temukan semua jawaban darimu Andai pelangi dapat bercerita Mungkin diam kan terbuka Tapi, inilah fakta Allah maha sempurna Agar hati tetap terjaga terhindar dari hinanya siksa Cinta itu menari diatas hati ini Seindah tarian sang pena diatas lembaran suci Menoreh tinta, mencipta cinta Menghibur penantian hati yang tak pasti Yakin akan diri, penantian ini takan sia-sia Dengan beralaskan ikhlas dan sabar Engkau yang sempurna, tetaplah bersahaja Menjadi penerang bagi gelapnya kehidupan Hati ini tetap terdiam Menjaga rasa cinta yang takan mati

Cerpen : Lily Verhoeven

Image
Sang Pena - Cerpen - Lily Verhoeven - Oleh : Candra Dewi Dian Puspitasari* (Tulisan ini dimuat harian SINDO 17 Juni 2012) Rumah keluarga Verhoeven yang terbiasa sunyi kedatangan tamu, Miriam, perempuan Belanda totok dengan gaun biru menjuntai hampir menyentuh lantai. Langkah dan pandangannya terhenti pada lukisan yang amat menawan. “Ahai… siapa empunya wajah cantik dalam lukisan itu?”tanya Miriam ketika melihat lukisan gadis bergaun putih panjang dengan rambut panjang hitam terurai yang dipajang di ruang tamu keluarga Verhoeven. “Lily, adik perempuanku,” jawab Geert Verhoeven. “Tapi aku tak pernah melihatnya di rumah ini, lagi pula wajahnya berbeda dengan engkau.” “Kami lain ibu dan ia baru didatangkan kemari sebulan ini dari kampungnya.“ “Oh…. sudah lama aku tak mengunjungi rumah ini, rupanya telah ada perubahan yang tak kuketahui,teman.” Miriam mengerti tanpa harus dijelaskan oleh Geert,teman sekolahnya semasa di HBS itu. Rupanya Lily seorang anak Indo yang dia...

Mandek(G) Mundur atau Stagnan?

Image
Saya sedih, beberapa bulan ini tidak ada satupun tulisan yang dimuat media :( Sang Pena - Saya penulis. Dan keadaan ini sudah saya tanamkan jauh-jauh hari bahwa saya memang ingin fokus pada bidang ini. Sekalipun bukan disiplin ilmu yang saya pelajari. Tapi ternyata sulit kawan, entahlah. Semoga lewat tulisan ini, sedikit beban ini dapat teratasi. :) Salah satu dampak nyata ketika saya berhenti menulis, atau lebih tepatnya tidak terlalu aktif menulis kini sudah mulai terasa : kurang semangat, dan ada semacam penyesalan kecil. Padahal, sebelumnya saya termasuk aktif menulis, dan beberapa memang dimuat media. Kini, hanya beberapa percikan kecil saja yang masih terlihat. Seperti terakhir menjadi pembicara tentang Motivasi Menulis Mahasiswa di salah satu organisasi mahasiswa di kampus.  Saya sendiri sempat bertanya-tanya, apa gerangan yang menjadikan saya seperti ini. Berhari-hari hanya ada semangat kecil dan nol aksi. Sedangkan tema-tema besar yang pada bulan-bulan lalu selalu saya...

Membaca & Memberi Makna Warisan Kebudayaan

Image
Sang Pena - Oleh : Mohamad Sobary* - Mari kita robohkan segera Istana Negara, gedung yang sekarang kita sebut istana itu,karena dia warisan kolonial Belanda. Mari kita robohkan sampai ke fondasi terakhirnya, Istana Bogor itu, karena dia warisan kolonial Belanda. Mari kita hancur luluhkan Istana Cipanas itu, karena bukankah di juga warisan kolonial Belanda? Kemudian kita akan bergerak menghancurkan semua gedung tua, warisan “berapa banyak abad lewat”—ini ungkapan penyair Sutardji Calsoum Bahri—yang kini masih berdampingan secara damai dengan kita. Gedung-gedung bank, kantor-kantor pos, gedung- gedung pengadilan Belanda dulu, semua stasiun, semua rel kereta yang membentang dari satu stasiun ke stasiun lainnya, semua itu warisan kolonial Belanda. Jalan-jalan raya, di mana saja, selama itu warisan Belanda, hancurkan setandas- tandasnya, karena semua itu Belanda yang dulu membikinnya.Jalan Daendels, dari Anyer sampai Panarukan, juga harus disikat karena itu warisan Daen...

Puisi - Galau

Image
Entahlah, orang ini terlalu eksentrik. Bahkan galaupun dipuisikan :) Selamat membaca! dan jangan ketularan galau :D Sang Pena - Puisi - Galau Oleh : Yuswinardi* Dalam mata sayumu yang mengerjap muram. Aku terdampar. Terkapar. Menggelepar. gemetar. Terbenam. Cekam! Dalam! Malam-malam kelam. Hitam! Legam! Memelukmu diam. Bahasa cinta yang terdalam. Remuk menghunjam. Rajam! * mengaku sebagai pendiri Hysteria Underground, belum juga lulus dari Universitas Diponegoro :D Lahir di Blora :) [Sang Pena]  

Opini : Kuliah, Luruskan Niat!

Image
Apakah semua kampus besar dan ternama akan menjamin anda sukses? Pertanyaan ini beberapa tahun lalu dilontarkan oleh salah satu pembina penulis ketika hendak kuliah. Jika dibaca berulang-ulang, pertanyaan tersebut sebenarnya merupakan sebuah penegasan yang jelas; bahwa sukses ataupun tidak bukan ditentukan dari besar atau tidaknya sebuah kampus. Tetapi ditentukan dari perjuangan dan kemauan yang keras untuk belajar, dan untuk memahami karena tak sedikit yang belajar begitu lama tapi tak kunjung paham tentang untuk apa sebenarnya belajar itu. Apalagi, beberapa hal yang salah kaprah tetapi dianggap lumrah di masyarakat adalah bahwa kampus besar dan ternama akan menjamin sukses. Sedangkan kampus yang kecil hanya akan menjadikan mahasiswanya sebagai “orang kecil”. Hal itu tidak semua benar, karena kampus yang kecil suatu saat juga akan menjadi besar, tinggal menunggu waktu saja. Bahkan, kenyataan yang penulis temukan di lapangan bahwa etos kerja di kampus kecil cenderung lebih besar dan lu...

Cerpen : Memaknai Spirit Senin

Image
Sang Pena - Cerpen - Tulisan berikut saya dapat dari milis WordSmardCenter  semoga dapat memberikan manfaat bagi pembaca semua. Selamat membaca :) Males. Sudah sejak tadi subuh. Mau bangun susahnya minta ampun. Nggak tahu deh. Pokoknya ini selimut kayaknya lengket banget. Pantesan disebut blanket. Sekali nge-blank. Terus lengket. Padahal jumlah jam tidur sama dengan hari-hari sebelumnya.     Begini nih, kalau kena sindrom senin melempem. Don’t like Monday. Kemarin-kemarin sih masih bisa bilang lagi nggak enak badan. Jadi bisa libur tambahan sehari tanpa surat dokter. Atau. Yaaaa…., minimal masuk agak siang. Kan namanya juga sakit. Tapi. Masak sih, kok tiap senin bilang nggak enak badan.   Sebenernya nggak bo’ong kok. Emang lagi nggak enak badan. Manksudnya, badan ini lagi nggak enak kalau diajak kerja. Tapi kalau diajak jalan-jalan sih oke aja. Cuma gimana ya… Kayaknya ada yang ngganjel aja dihati.   Belon lagi kalau ketahuan teman lagi jalan-ja...

Polemik "Kebudayaan"

Image
Sang Pena - Polemik "Kebudayaan, Oleh David Efendi  Kata polemik yang cukup populer adalah polemik kebudayaan antara kubu lekra dengan kubu manikebu yang terjadi pad tahun 1935an. Kini kata "polemik" menjadi konsumsi media setiap hari di Indonesia baik di media cetak dan online, kantor dewan sampai angkringan. Polemik bisa jadi mengalami pergeseran konotasi makna baik menyempit atau meluas. Nampaknya, polemik kemudian muncul untuk menggantikan kata wacana, perdebatan, diskusi, dan sebagainya sehingga mengalami perluasan penggunaan kata dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa sebenarnya arti kata polemik? Kata "polemik" atau originalnya ditulis "polemikos" (Yunani) yang berarti "warlike", "hostile", atau "perang". Secara harfiah kemudian diartikan sebagai argumen yang kontroversi untuk menyerang argumen pihak lain. Kita bisa belajar dari sejarah terkait kekuatan kata 'polemik'. Polemik dalam sejarah Indonesia Pol...

Opini: Agama Formula Pendidikan Indonesia!

Image
Sang Pena - Opini -  Pembaca yang terhormat, tulisan ini spesial untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2012. Sekaligus postingan yang ke 300 sejak postingan pertama beberapa tahun silam. Pendidikan sebagai salah satu unsur vital bangsa memang sudah seharusnya mendapat perhatian yang lebih serius dari pemerintah, lebih terutama lagi bagi generasi muda. Maka, berikut opini yang saya kirimkan ke Okezone ( semoga dimuat) dan posting ulang di blog ini. Selamat membaca :) Undang – Undang Sisdiknas Pasal 1 Ayat 1 menyebutkan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Pendidikan, jika dipahami dari stuktur kata dan Kamus Besar Bahasa Indonesia. Berasal dari kata dasar didi...