Posts

Showing posts with the label Khasanah

(Anti) Generasi Galau :)

Image
Sahabat fillah, pernah tidak, anda mengalami suatu keadaan dimana permasalahan hidup seolah-olah begitu menghimpit. Banyak dari sahabat saya yang sering mengalaminya, tidak sedikit yang menang, dan tidak sedikit pula yang kalah. Malah sebagian berakhir, berakhir bersama permasalahan yang belum juga terselesaikan.  Kita, manusia yang sudah demikian kokoh dan sempurna ini terkadang memang lemah. Lemahnya pun, bukan tanpa alasan. Beberapa logis, beberapa lagi tak masuk akal. Kenapa kita mesti kalah dengan masalah? Bukankah kita ini sangat kuat jika mau jujur sedikit saja. Sahabat fillah, jika kita mau menyelam lebih jauh, sebenarnya ujung dari setiap permasalahan hidup yang kita hadapi adalah kedewasaan, kematangan, dan tentu saja mendekatkan kita kepada Sang Pencipta.  Kenapa harus Sang Pencipta?  Iya, karena di sana kita bisa menumpahkan segala yang ada di otak kita. Gratis, dan menenangkan.  Bukankah kita sudah terlalu sering melihat betapa banyaknya generasi m...

Obral Cinta :) #a must read!

Image
Sang Pena - Tulisan yang bagus untuk kita renungkan, yuk :) selamat membaca.  “Cinta, jangan gitu dong sama adeknya, ya gadisku…” ia berkata seperti itu ketika melihat anak sulungnya ‘mengganggu’ sang adik. “Cintaku, mau diseduhkan teh hangat?” tatap matanya penuh sayang, memancar kasih sambil bibir mengulas senyum, ketika ia menawarkan minum teh kepada suaminya. “Hello boy, kasep, mama ngaji dulu, ya sayang…” begitu ujarnya ketika sang bayi, putra bungsunya yang baru berusia enam bulan merengek-rengek. “Pinjamkan mainannya ke Adek, main sama-sama ya, cinta. Naaah, begitu dong, good girl…” katanya ketika mendamaikan ‘keributan’ antara anaknya dan teman anaknya yang sama-sama balita. Sejuk, tentram, teduh rasanya ketika mendengar dan menyaksikan langsung bagaimana teman saya ‘mengobral kata-kata cinta’ dalam obrolan, celetukan, komunikasi sehari-harinya. Mereka keluarga muslim muda yang tampak harmonis kehidupan rumah tangganya. Saya tergelitik ingin tahu rese...

Sudahkan Anda Ikhlas?

Image
Sang Pena - Bapak Jamil Azzaini, salah satu motivator favorit saya, sekalipun di twitter sering saya panggil kek, (kurang tau apa sebab, ikut saja), hehehe... Beikut ini adalah salah satu tulisan yang selesai saya baca. Baru sadja beberapa jam yang lalu.  Buat rekan-rekan pengunjung Blog Sang Pena, selamat membaca :) Selama perjalan Hongkong-Jakarta Senin lalu (12 November 2012), di pesawat saya membaca kitab-kitab klasik karya ulama hebat di zamannya. Ternyata, semua meletakkan pembahasan ikhlas di dalam bab pertama. Sebab tanpa itu, amal kebaikan yang kita lakukan tidak bernilai apapun di hadapan Allah SWT. Orang-orang yang sibuk beramal tetapi tidak ikhlas, seperti orang pergi ke pasar dimana kantong baju dan celananya penuh dengan batu. Namun sesampainya di pasar, batu itu tak bernilai apapun, tidak bisa digunakan untuk membeli apapun. Sungguh amat sangat rugi bila yang kita lakukan tidak bernilai sedikitpun dimata-Nya. Bukankah pada hakekatnya, hidup adalah men...

Motivasi : Dua Laut Yang Berdampingan

Image
Sang Pena - Source - “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53) Mengenang Captain Jacques-Yves Cousteau costeau Jacques-Yves Costeau (11 Juni 1910 – 25 Juni 1997) Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia. Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau mem...

Mantan Direktur NATO Masuk Islam

Image
Sang Pena - Islam News - Namanya Wilfried Hoffman. Ia dilahirkan dalam keluarga Katholik Jerman pada 3 Juli 1931. Hoffman meraih gelar Doktor di bidang ilmu hukum dan yurisprodensi dari Universitas Munich, Jerman tahun 1957. Pada tahun 1983-1987, ia ditunjuk menjadi direktur informasi NATO di Brussels. Jerman sangat mengenal Hoffman, karena setelah bertugas di NATO, ia diangkat menjadi diplomat (duta besar) Jerman untuk Aljazair tahun 1987 dan dubes di Maroko tahun 1990-1994. Karenanya, Jerman menjadi gempar seketika saat Hoffman menerbitkan buku yang berjudul Der Islam als Alternative (Islam sebagai Alternatif). Jerman terkejut, ternyata salah satu putra terbaiknya telah memeluk Islam. Hoffman sebenarnya telah masuk Islam sejak lama, jauh sebelum bukunya dipublikasikan pada 1992. Ia masuk Islam bahkan sebelum bertugas ke Aljazair dan Maroko. Bagaimana ia mendapatkan hidayah? Saat itu, Hoffman sangat prihatin pada dunia barat yang mulai kehilangan moral. Agama yang dulu...

Mengapa Muhammadiyah Menggunakan Hisab?

Image
Sang Pena -  News - Salah satu saat Muhammadiyah ‘naik’ di media massa adalah ketika menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Pasalnya, Muhammadiyah yang memakai metode hisab terkenal selalu mendahului pemerintah yang memakai metode rukyat dalam menentukan masuknya bulan Qamariah. Hal ini menyebabkan ada kemungkinan 1 Ramadhan dan 1 Syawal versi Muhammadiyah berbeda dengan pemerintah. Dan hal ini pula yang menyebabkan Muhammadiyah banyak menerima kritik, mulai dari tidak patuh pada pemerintah, tidak menjaga ukhuwah Islamiyah, hingga tidak mengikuti Rasullullah Saw yang jelas memakai rukyat al-hilal. Bahkan dari dalam kalangan Muhammadiyah sendiri ada yang belum bisa menerima penggunaan metode hisab ini. Umumnya, mereka yang tidak dapat menerima hisab karena berpegang pada salah satu hadits yaitu “Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan bebukalah (idul fitri) karena melihat hilal pula. Jika bulan terhalang oleh awan terhadapmu, maka genapkanlah bilangan bulan Sya’ban tigapuluh hari” ...

Bersama DataPrint, Menulis Untuk Negeri!

Image
Sang Pena - Catatan Kecil Untuk DataPrint Menulis itu wajib, karena dengan menulis, nama anda terabadikan, di bumi, dan langit. Alhamdulillahirobbil'alamin, segenap rasa syukur tak pernah berhenti mengalir dari lisan dan hati saya ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan nikmat dan rahmat-Nya. Kepada Rasulullah Muhammad, suri teladan sepanjang zaman, seluruh umat, yang mengajarkan kebenaran. Kepada segenap motivator yang membangkitkan, menghidupkan gairah hidup saya. Kepada Panti Asuhan Muhammadiyah, yang membesarkan dan mendidik saya. Dan kepada semua yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Terima kasih. ( you're the best :) ) semua yang mengantarkan jejakku hingga ke sini. Pembaca yang terhormat, beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 10 Juli 2012, kabar gembira menghampiri saya. Dalam suasana Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNas) ke XXV di UMY yang meriah, kebahagiaan saya bertambah lengkap karena dalam Pengumuman Beasiswa DataPrint periode I tahun 2012, saya...

Cerpen : Lily Verhoeven

Image
Sang Pena - Cerpen - Lily Verhoeven - Oleh : Candra Dewi Dian Puspitasari* (Tulisan ini dimuat harian SINDO 17 Juni 2012) Rumah keluarga Verhoeven yang terbiasa sunyi kedatangan tamu, Miriam, perempuan Belanda totok dengan gaun biru menjuntai hampir menyentuh lantai. Langkah dan pandangannya terhenti pada lukisan yang amat menawan. “Ahai… siapa empunya wajah cantik dalam lukisan itu?”tanya Miriam ketika melihat lukisan gadis bergaun putih panjang dengan rambut panjang hitam terurai yang dipajang di ruang tamu keluarga Verhoeven. “Lily, adik perempuanku,” jawab Geert Verhoeven. “Tapi aku tak pernah melihatnya di rumah ini, lagi pula wajahnya berbeda dengan engkau.” “Kami lain ibu dan ia baru didatangkan kemari sebulan ini dari kampungnya.“ “Oh…. sudah lama aku tak mengunjungi rumah ini, rupanya telah ada perubahan yang tak kuketahui,teman.” Miriam mengerti tanpa harus dijelaskan oleh Geert,teman sekolahnya semasa di HBS itu. Rupanya Lily seorang anak Indo yang dia...

Membaca & Memberi Makna Warisan Kebudayaan

Image
Sang Pena - Oleh : Mohamad Sobary* - Mari kita robohkan segera Istana Negara, gedung yang sekarang kita sebut istana itu,karena dia warisan kolonial Belanda. Mari kita robohkan sampai ke fondasi terakhirnya, Istana Bogor itu, karena dia warisan kolonial Belanda. Mari kita hancur luluhkan Istana Cipanas itu, karena bukankah di juga warisan kolonial Belanda? Kemudian kita akan bergerak menghancurkan semua gedung tua, warisan “berapa banyak abad lewat”—ini ungkapan penyair Sutardji Calsoum Bahri—yang kini masih berdampingan secara damai dengan kita. Gedung-gedung bank, kantor-kantor pos, gedung- gedung pengadilan Belanda dulu, semua stasiun, semua rel kereta yang membentang dari satu stasiun ke stasiun lainnya, semua itu warisan kolonial Belanda. Jalan-jalan raya, di mana saja, selama itu warisan Belanda, hancurkan setandas- tandasnya, karena semua itu Belanda yang dulu membikinnya.Jalan Daendels, dari Anyer sampai Panarukan, juga harus disikat karena itu warisan Daen...

Akhir Perjalanan - Sebuah Cerpen

Image
Perjalanan tak selalu selamanya berakhir mulus, kadang ada pahitnya, kadang ada manisnya.  Sang Pena - Cerpen - Oleh : Ahmad Puryono* (dimuat Harian Sindo, 3 Juni 2012) Lelaki itu tertunduk lesu. Wajahnya menekuri lantai pengadilan. Pikirannya melayang- layang seperti awan yang tertiup angin. Pendengarannya tak lagi menyimak suara hakim yang membacakan putusan atas kasusnya. Dan hari itu,bisa jadi hari paling panjang dalam sejarah hidupnya. Sebab,ketukan palu hakim tiga kali, telah memvonisnya dua belas tahun penjara.Ia merasakan, langit-langit ruang pengadilan seolah runtuh,lebih dahsyat dari sekedar guntur yang menggelegar di siang bolong dan menyambar pucuk nyiur. Tanpa sadar, seorang petugas kejaksaan menepuk pundaknya. Ia terperanjat. Sama sekali tak menyadari jika pembacaan putusan telah usai. Lelaki itu, Karim Kamaluddin, mantan Ketua Komisi XX Dewan Permusyawaratan Rakyat Jelata, tanpa ekspresi, kuyu dan lunglai, dituntun dua petugas kejaksaan dan dika...

Islam Valentine? No way!

Image
No Valentine! Sang Pena - Pembaca yang terhormat, judul di atas apakah kontroversial? semoga tidak, karena judul itu sungguh-sungguh saya buat dengan sesenang-senangnya dan sesuka hati saya? Lalu apa urusanmu keberatan? Suka-suka saya! akhirnya sudah memasuki tahun ke dua bulan 2012, alhamdulillah trafiknya blog ini sudah mencapai 36.588 Pageviews, angka yang (semoga) besar. Bulan Februari, penulis heran, kenapa tiba-tiba ada bulan Februari? bukankah lebih bagus Januari saja, biar hujan terus (huJAN sehARI - hARI). Yah, tapi apalah daya, penulis bukan yang menciptakan kalender, meskipun masih juga memakainya. Februari, identik dengan valentine. Apa toh valentine? Umat muslim kok ngaku muslim, eh ngaku muslim kok masih ngurus valentine (lha ini nulis begini ikut merayakan toh? bukan (itu saya jawab sendiri)) mbok ya belajar, nyadar gitu lhoh wong umat Islam, KTP Islam, ikut shalat, ikut ngaji, ikut tahlilan (dulu penulis ikut, sekarang hanya melihat), ikut ziarah, eladala kok melu-m...

Budaya Jawa : Makna Macapat Maskumambang

Image
Semar Maskumambang Sang Pena - Setelah lahir si jabang bayi, membuat hati orang tua bahagia tak terperi. Tiap hari suka ngudang melihat tingkah polah sang bayi yang lucu dan menggemaskan. Senyum si jabang bayi membuat riang bergembira yang memandang. Setiap saat sang bapa melantunkan tembang pertanda hati senang dan jiwanya terang. Takjub memandang kehidupan baru yang sangat menantang. Namun selalu waspada jangan sampai si ponang menangis dan demam hingga kejang. Orang tua takut kehilangan si ponang, dijaganya malam dan siang agar jangan sampai meregang. Buah hati bagaikan emassegantang. Menjadi tumpuan dan harapan kedua orang tuannya mengukir masa depan. Kelak jika sudah dewasa jadilah anak berbakti kepada orang tua, nusa dan bangsa. [Sang Pena] Source

Budaya Jawa : Makna Macapat Mijil

Image
Mijil Sang Pena - MIJIL  artinya lahir. Hasil dari olah jiwa dan raga laki-laki dan perempuan menghasilkan si jabang bayi. Setelah 9 bulan lamanya berada di rahim sang ibu, sudah menjadi kehendak Hyang Widhi si jabang bayi lahir ke bumi. Disambut tangisan membahana waktu pertama merasakan betapa tidak nyamannya berada di alam mercapadha. Sang bayi terlanjur enak hidup di zaman dwaparayuga, namun harus netepi titah Gusti untuk lahir ke bumi. Sang bayi mengenal bahasa universal pertama kali dengan tangisan memilukan hati. Tangisan yang polos, tulus, dan alamiah bagaikan kekuatan getaran mantra tanpa tinulis.Kini orang tua bergembira hati, setelah sembilan bulan lamanya menjaga sikap dan laku prihatin agar sang rena (ibu) dan si ponang(bayi) lahir dengan selamat. Puja puji selalu dipanjat agar mendapat rahmat Tuhan Yang Maha Pemberi Rahmat atas lahirnya si jabang bayi idaman hati. [Sang Pena] http://arudewangga.blog.uns.ac.id/2010/12/10/makna-tembang-mocopat-dalam-kehidupan-khas...

Karya Kartun Tapak Suci III

Image
Sang Pena - Pembaca yang terhormat, akhirnya setelah hampir delapan bulan menunggu (jeda antara post ini dengan karya pertama dan ke dua) akhirnya saya sempatkan untuk mem- photoshop tokoh kartun di samping menjadi lebih ada "tapak suci"nya. Ya, tokoh disamping adalah kartun Fiksi bernama SON GOKU yang juga di Filmkan dan sangat akrab ditonton oleh anak-anak, termasuk saya pribadi yang cukup senang menontonnya (dulu ketika masih SD, bahkan sampai sekarang, hehe :p). Beberapa popular post yang ada di Blog ini salah satunya bersumber dengan kata kunci di Search Engine " karya kartun tapak suci" . Atas dasar alasan tersebut, dan dengan pertimbangan status saya sebagai kader di Tapak Suci, maka dengan niat yang tulus ikhlas, saya niatkan, semoga karya ini, (meskipun dengan gaya editan yang sederhana) bisa menjadi tambahan nilai motivasi bagi para pesilat-pesilat Tapak Suci yang lain untuk turut serta berkarya di banyak hal. Karena bukan hanya silat yang menjadi s...

Rest In Peace Agus Priyo Widodo

Image
Sahabat Sejati Tak Pernah "Pergi" Sang Pena - Sedikit tulisan ini adalah sebuah Penghormatan penulis kepada seorang sahabat, salah satu sahabat terbaik masa SMA dulu. Agus Priyo Widodo, Alumni SMA Muhammadiyah Kedungtuban ini menghembuskan nafas terakhir tadi malam (2/1/2012) dalam sebuah kecelakaan di Solo. Semoga segala amal perbuatan dan kebaikan almarhum selama masa hidupnya diterima Allah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Amiinn.  Beberapa status akun Google Plus (+)  milik almarhum yang terakhir adalah sebuah kata "kisah nyata anak kucing mati dibunuh seekor kutu" tertanggal 13 Desember 2011. Kemudian sebuah Video Youtube berjudul Cinta yang dikhianati juga dapat dilihat di sini dan segala aktivitasnya di Google Plus silahkan dapat rekan-rekan lihat di sini. Kutipannya yang masih tersimpan di mesin pencarian (Google) dengan kata kunci Agus Priyo adalah "saya sich orange penuh canda" aku membuat akun google hanya sekekar ingin men...

Latihan Instruktur Dasar Mahasiswa Muhammadiyah

Image
Peserta LID IMM Semarang Jilid II Sang Pena - KEBUTUHAN akan Instruktur dalam berbagai kegiatan, baik kegiatan kampus, maupun kegiatan ekstrakurikuler mendorong Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Semarang menyelenggarakan LID (Latihan Instruktur Dasar). LID dilaksanakan di Kodam Teknis dan Taktis Kodam Diponegoro selama empat hari, dimulai pada tanggal 29 Desember dan selesai pada hari pertama tahun 2012. Meskipun tidak menikmati gegap gempita tahun baru seperti kebanyakan orang, mahasiswa-mahasiswi dari berbagai Perguruan Tinggi tersebut begitu antusias mengikuti seluruh tahapan kegiatan. Kegiatan yang bertema “Membentuk Instruktur yang professional” ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi, diantaranya Universitas Diponegoro, IAIN Walisongo, Universitas Sebelas Maret (UNS), UMS, dan Universitas Muhammadiyah Semarang. Pemateri dalam pelatihan ini antara lain; Drs. Tafsir, M.Ag (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah), Prof. Djamaludin Darw...

Karakter Pendekar Wiro Sableng

Image
Pendekar "Wiro Sableng" Sang Pena - Bagi yang dulu suka nonton TV ( yang umumnya lahir pada tahun 90an ) pasti tidak asing dengan WIRO SABLENG . Film yang diadaptasi dari sebuah buku ini memang menarik di zamannya. Nah, tanpa panjang lebar dalam kesempatan ini penulis hendak menyajikan beberapa fakta mengenai si Pendekar Sableng ini, yuk Cekidot : (Source Wikipedia) Jika dicermati, terasa sekali perubahan karakter, sifat dan sikap Wiro seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia. Sejak Wiro masih muda dan masih sableng-sablengnya hingga dewasa, sedikit demi sedikit pribadinya berubah menjadi lebih bijaksana dan berpikirnya pun lebih dewasa serta mengurangi kesablengannya yang kadang menyakiti perasaan orang lain. Walaupun sedikit ceriwis dan banyak disukai bahkan disayangi gadis-gadis cantik, tapi Wiro bukanlah tipe laki-laki brengsek pengobral cinta. Apalagi mulai dari episode Wasiat Iblis dan seterusnya, Wiro mengalami proses pendewasaan dalam dirinya, mulai dari ...

Memaknai Lagu "Lir - Ilir"

Image
Lir-ilir, Lir Ilir Tandure wus sumilir Tak ijo royo-royo Tak sengguh temanten anyar Cah Angon, Cah Angon Penekno Blimbing Kuwi Lunyu-lunyu penekno Kanggo Mbasuh Dodotiro Dodotiro Dodotiro Kumitir Bedah ing pinggir Dondomono, Jlumatono Kanggo Sebo Mengko sore Mumpung Padhang Rembulane Mumpung Jembar Kalangane Yo surako surak Iyo!!! Sang Pena - TEMBANG di atas pasti sudah akrab ditelinga kita apalagi bagi orang-orang jawa yang notabene berada dalam wilayah penyebaran agama Wali Songo tidak sedikit orang yang mencoba untuk menguraikan makna tembang diatas baik dalam konteks hubungannya dengan sejarah, syariat Islam bahkan Hakikat yang terkandung di dalamnya.Makna yang terkandung di dalamnya : 1. Lir-ilir, Lir-ilir (Bangunlah, bangunlah) Tandure wus sumilir (Tanaman sudah bersemi) Tak ijo royo-royo (Demikian menghijau) Tak sengguh temanten anyar (Bagaikan pengantin baru) Makna: Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sif...

Mengapa menangis, Jiwaku?

Image
Don't Cry Little Heart MENGAPA kau menangis, Jiwaku? Engkau yang paling mengetahui kelemahanku? Air matamu menggores tajam dan menyebabkan luka, Yang kutahu itu bukan kesalahanku. Sampai kapan kau akan menangis? Aku tidak mempunyai apapun kecuali kata-kata manusia Untuk memaknai mimpi-mimpimu, Keinginan-keinginanmu, dan pesan-pesanmu ... Aku telah menghabiskan seluruh hidupku untuk mengerti dirimu, Jiwaku... [Sang Pena]

Nasehat, Jiwaku...

Image
My Soul Jiwaku menasehati dan mengajariku untuk mencintai orang-orang yang terbuang dan berkawan dengan mereka yang dihinakan. Jiwaku menunjukkan padaku bahwa harga diri Cinta bukan hanya terdapat pada mereka yang mencintai, tetapi juga dalam diri yang dicintai. Sebelumnya jiwaku juga menasehatiku, Cinta ada di dalam hatiku bagaikan sehelai benang tipis terikat pada dua pasak. Akan tetapi Cinta telah menjadi sebuah halo yang awalnya adalah pengakhiran, dan yang memiliki akhir sebagai awalan. Ia melingkupi semua makhluk dan berkembang perlahan sehingga mampu merengkuh semua yang ada. [Sang Pena]