Posts

Showing posts with the label Palestina

Untukmu Palestina

Image
Sang Pena - Untukmu Palestina Di sudut negara ini kami berdiri Hanya diam melihat kalian tumbang Di sudut negara ini kami bersujud Hanya mampu berdoa kala kalian memilih perang Pemimpin kami diam Membelapun tak berkenan Kami tak demikian Kami bergerak Kami menjerit bersama desing peluru Menangis di antara reruntuhan gedungmu Tak berhenti beranjak Semeterpun untuk meninggalkanmu Sejarah kami Terukir namamu, Palestina Jika kami tak ada untukmu Kemana arti "saudara"? Jika kami tak menangis untukmu Dimana makna muslim hakiki? Palestina, jika kami tak bersatu Maka AKU akan menangis untukmu Berdoa dengan selaksa harapan kepada Tuhan Semoga kelak engkau di bebaskan Merdeka atas Yahudi Laknatullah Semoga #Ditulis di Semarang, dibaca dimanapun kalian berada *Berharap malaikat membaca, mencatat, dan mengamini harapan ini...

November Report - Sebuah Catatan

Image
Sang Pena - Alhamdulillah, teriring rasa syukur ketika tulisan ini saya ketik. Saudara muslim kita di tanah Gaza "sementara" telah terselamatkan. Adanya mediasi Israel dan Mesir akhirnya berhasil merumuskan gencatan senjata.  Meskipun beberapa pihak mengatakan ini hanya sementara. Setidaknya kita sebagai warga muslim patut mensyukuri. Kita menang. Menang atas yahudi  yang telah mendzalimi hak muslim di tanah para nabi.  November lagi-lagi kelabu. Sejarah dunia telah dikotori. Sekali lagi oleh Yahudi. Dan kekuatan-harapan dunia seolah hanya diam terpaku, diam menyaksikan pembantaian oleh jet-jet tempur tak berawak milik zionis tersebut. Tak ada yang disalahkan, kecuali Yahudi. Menyalahkan PBBpun tak lagi berguna, PBB hanyalah boneka Amerika, boneka Israel. Selama hak veto bagi Amerika tidak dicabut, rasa-rasanya kecil harapan kita untuk kedamaian umat Islam di timur tengah.  Bulan ini, dengan sepenuh hati saya berdoa. Berlinang air mata untuk Palestina. Yakinl...

News : Mimpi Besar Perempuan Palestina

Image
Sang Pena - News - REPUBLIKA.CO.ID , TEPI BARAT -- Ditengah himpitan berbagai kesulitan, Muslimah Palestina tak pernah berhenti untuk bermimpi. Bisa berada di posisi yang sama dengan kaum adam adalah mimpi besar itu. Shyrine Ziadeh, 24 tahun misalnya. Lulusan Universitas Birzeit ini bermimpi untuk membuka studi tari. Tak sekedar mimpi, berkat kerja kerasnya, Ziadeh mampu membuka studio balet di Ramallah. "Aku ingin mengembangkan bakat menari balet pada anak-anak perempuan Palestina," kata dia seperti dikutip alarabiya.net, Kamis (12/7). Keberhasilan Ziadeh saat ini belum menulari kalangan perempuan Palestina. Ini terbukti, dari data statistik terbaru Organisasi Buruh Internasional (ILO), hanya 5 persen dari perusahaan di Tepi Barat, yang dipimpin seorang perempuan. Fakta, budaya Timur Tengah yang mengedepankan peranan laki-laki menjadi hambatan bagi perempuan Palestina. "Aku percaya, begitu banyak perempuan Palestina ingin melakukan sesuatu. Nyatanya m...