Pasir Waktu dan Air Mata
![]() |
Pasir Waktu |
Sering tersimpan rahasia dalam tiap kepalan, tertahan -- menjadi semacam tinju yang selalu urung kita lontarkan pada sejuta wajah bertopeng kemunafikan -- kesombongan. Maka, rentang bentangkan saja tanganmu itu. Sungguh ini bukan tentang menyerah, apalagi pasrah: sambutlah angin dan gemintang malam ini, bulan separuh yang semerah saga di sudut langit -- peluk-peluklah ia dan biarkan ia luruhkan keraguanmu.
Simpan saja perih itu, dengan mata terpejam dan bersabarlah, barangkali kau memang ditakdirkan langit untuk menjadi seseorang yang setiap hari harus mengeringkan air mata itu, sendiri.
Semarang, 20 Mei 2014 | 12:40 am
Comments
Post a Comment
Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.
Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih