Editorial Oktober

Kita diberikan tontonan gratis, dimana panggung politik nyatanya masih seperti anak kecil yang berebut sebuah permen. Jika di awal pernah disebutkan bahwa Koalisi Indonesia Hebat (KIH) meminta Koalisi Merah Putih (KMP) untuk legowo. Kini malah beberapa pendukung KIH yang keluar sebagai pemenang Pilpres terkesan keberatan dengan dikuasainya Parlemen (DPR-MPR) oleh KMP.
Jika mau berbesar hati di antara keduanya, sebenarnya posisi ini adalah posisi paling ideal, karena baik eksekutif maupun legislatif berada dalam koridor yang saling membangun, bisa saling mengoreksi dan mengawal. Tahun-tahun sebelumnya eksekutif dan legislatif selalu dikuasai oleh kubu pemenang, barangkali tahun ini - selama lima tahun ke depan - dengan komposisi yang berimbang, KIH dan KMP bisa mewujudkan cita-cita Indonesia yang sebenar-benarnya.
Mari kita tunggu saja, mari menjadi pemilih dan pendukung kritis. Dukunglah selagi benar, dan jadilah garda terdepan untuk mengoreksi jika apa yang kita dukung sudah melenceng dari jalan seharusnya.
Salam.
Comments
Post a Comment
Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.
Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih