03 May 2013

Menulis Lagi, Sebuah Maaf Untuk Kesibukan

menulisKetika tahun 2009, buku pertama saya (benar-benar yang pertama) terbit dalam bentuk antologi, detik itu juga saya menjanjikan kepada diri sendiri bahwa salah satu profesi yang kelak saya kerjakan adalah sebagai penulis, ya penulis, tidak ada halangan suatu apapun untuk tidak mewujudkannya. 

Sekalipun dengan cukup "malu" detik ini harus saya akui, bahwa kemampuan menulis saya kian melemah, makin lemah. Maka saya mencoba (lagi) untuk bangkit, merangkai dan menyusun kembali. Diskusi dengan nurani, tidak tau dimulai dari mana :)

lha ini kan sudah menulis lagi? namanya apa?
Iya, sesuai kata ustadz Felix, tuliskan apa saj, sekalipun tentang TIDAK BISA MENULIS. 

Nah, kenapa kamu tidak bisa menulis?
Bisa kok, lebih dari 10 kan sudah cukup banyak :) 

Lha kenapa sekarang malas?
Mmmm.... karena sibuk mungkin, 

Jangan jadikan sibuk sebagai alasan brother :)
Iya juga sih, dulu awal semester II juga lagi sibuk-sibuknya, tapi juga masih sempat. Malah semester II sudah ada yang tembus koran, SUARA MERDEKA!

Berarti sekarang bisa dong, kan sudah semester VI, harusnya lebih pintar. :)   
InsyaAllah, tapi harus mulai lagi ternyata. :)

Semangatnya kan sudah besar, tinggal disulut sedikit juga sudah kan? :)
Iya, terima kasih... 

Ngomong sendiri ini ceritanya?
Iya, kan lebih baik ngomong tapi plong daripada diem trus makan ati :p

Yaudah, kapan mau nulis?
Hari ini juga mau nulis, :)

Oke, kita cukupkan percakapan kali ini, btw apa pendapat kamu tentang UN bro?
Perbaiki sistem Ujian Nasionalnya, turunkan menterinya juga boleh :)

****** jadi diri sendiri lagi :D

-- ngomong sendiri -- tapi puas -- biarkan saja :D -- kenapa judulnya itu? -- biarkan saja :D

Semarang, 3 Mei 2013
@pejuang_muslim

11 April 2013

Temukan Alasan!

Sang Pena - Sebuah tulisan dari kakek, yang selalu menarik untuk disimak. Entah kenapa tulisan ini rasanya paling tepat, semoga bukan hanya untuk penulis di blog ini, tapi juga pembaca di semua penjuru Indonesia dan dunia. Alasan, kenapa harus kita temukan? simak deh :)

Mengapa banyak orang yang pada awalnya semangat namun kemudian loyo? Banyak juga saya temui orang-orang yang pada awal tahun semangat mendeklarasikan resolusi dan mimpi-mimpinya, namun beberapa bulan kemudian meredup. Bahkan ada yang marah bila ditanya, “Sampai sejauh mana perkembangan resolusi awal tahunmu?”

Mengapa orang mudah loyo dan patah semangat? Salah satu sebabnya karena mereka tidak punya alasan yang kuat untuk merealisasikan mimpi-mimpinya. Maka, temukanlah apa alasan Anda ingin mewujudkan mimpi Anda. Semakin kuat alasan Anda maka semakin terjaga energi dan semangat Anda.

Saya punya alasan yang kuat untuk mewujudkan mimpi terbesar (visi) hidup saya. Visi hidup saya adalah menginspirasi 25 juta orang lebih agar meraih kehidupan terbaik SuksesMulia dan 10 ribu diantaranya menjadi kader trainer berkarakter. Apa alasan utama saya?

Pertama, berbagi ilmu adalah investasi yang pahalanya mengalir hingga hari kiamat. Kebanyakan kita tahu bahwa ketika anak Adam meninggal putus seluruh amalnya kecuali tiga hal, salah satunya adalah ilmu yang diajarkan dan diamalkan. Berbagi ilmu melalui tulisan dan ucapan serta tindakan adalah kegiatan harian yang tidak akan pernah saya tinggalkan.

Saya sadar diri bahwa amal saya sangat sedikit maka saya tetap ingin mendapat kiriman pahala walau saya sudah terkubur di dalam bumi. Bagi saya, berbagi ilmu adalah investasi cerdas yang tak boleh saya tinggalkan. Hebatnya lagi, semakin sering kita berbagi ilmu ternyata semakin banyak ilmu yang kita peroleh. Selain itu, semakin sadar bahwa diri ini amatlah lemah dan bodoh sehingga tak ada alasan untuk sombong.

Kedua, perlu tim yang solid. Menginspirasi 25 juta orang lebih agar meraih kehidupan terbaik SuksesMulia bukanlah tugas ringan. Oleh karena itu saya ingin mengkader trainer-trainer berkarakter yang siap berbagi ke pelosok negeri. Semakin banyak trainer berkarakter yang lahir, semakin besar peluang tercapainya visi hidup saya.

Ketiga, saya ingin punya bekal yang cukup agar kelak bisa memeluk Nabi saw. Saya sadar betul bahwa bisa tidaknya kita masuk surga bukan hanya karena amal-amal yang kita lakukan tetapi karena keridhoan Sang Maha. Bila visi hidup saya tercapai, saya berharap layak dan diizinkan memeluk sang Nabi di kehidupan nanti. Walau, sejujurnya kadang saya khawatir, bisa dan pantaskah aku memeluk kekasih Allah itu?

Saya sudah berbagi apa alasan kuat untuk tercapainya visi hidup saya. Nah, sekarang apa alasan kuat tercapainya visi hidup Anda? Setiap orang pasti punya jawaban yang berbeda, maka temukanlah itu sekarang juga.

Salam SuksesMulia!

#MeretasBatas, Semarang | 11 April 2013
Follow me :) @yukislam | @penaku_

08 April 2013

Maut...

Maut...
Apakah itu sebuah pisau ghaib,
Yang terselip di antara nafas yang terhembus...

Ataukah tangan-tangan ghaib,
Yang mencekik 

Ataukah sebuah kepakan,

Yang ketika sayap kiri direntangkan
Terbayang neraka

Dan surga direntang kanan
Ketika ia diperlihatkan

Entahlah, 

Ketika semua ini meniti ujung
Maka mautlah yang menjemput, 

Ada yang berakhir dalam senyum bahagia
Dalam indahnya iman dan khusnul khatimah

Atau berakhir dalam duka lara
Tangis awal sebuah penyiksaan tak bertepi

Dalam syukur renungan ini tertulis,

Semoga kami,
Hambamu yang dhaif,

Terlahir dari surgaMu
Dikembalikan ke surgaMu,

Aamiin,,,

#MeretasBatas di ujung lantai 4, 
Semarang 8 April 2013

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls