Posts

Showing posts from January, 2014

Langit (satu)

Image
Sang Pena - Tak ada pelangi yang selamanya ingin bersembunyi di bawah mentari Karna hakikatnya, keindahannya ada di dekat kebiruan langit-langit, Apakah kau benar-benar membiru di sana? Aku tak pernah tahu
Karna kau selalu tersenyum khas dan tak menjawab Dibalik keindahan pelangi, akan selalu ada sebuah tanya, Akankah selamanya langitmu membiru?
Sedang mentari tak selamanya terbit Bisakah memberikan alasan di balik letih sinaran langitmu?
Mengapa pelangi menyukai kebiruan langit Langit biru yang masih bersama awan putih jelita…
2 Januari 2014 | :)

Kontemplasi Rindu

Image
Sang Pena - Masihkah kau memandang langit dan menatap bintang yang sama denganku? Aku masih Masihkah kau terdiam beberapa detik ketika tak sengaja mendengar lagu kita? Aku masih Masihkah kau terbangun di tengah malam dan merasakan ada yang hilang? Aku masih Masihkah kau mencoba untuk membunuh benih yang ada di dalam hatimu? Aku tidak
Kau tahu mengapa aku hidup jauh dari pantai? Agar bisa menikmati debur ombak ketika menyapa Mengapa aku hidup jauh dari gunung? Agar bisa mensyukuri saat berada di puncak tertinggi Mengapa aku hidup jauh dari rasa lupa? Agar bisa merasakan indahnya kenangan mengetuk Dan mengapa aku hidup jauh dari dirimu? Agar bisa menghargai rindu dalam setiap pertemuan
Manusia ini yang terlalu takut kehilanganmu Hingga memilih untuk berani memperjuangkanmu Manusia ini yang terlalu takut melihatmu menangis Hingga memilih untuk berani membuatmu bahagia Manusia ini yang terlalu takut melihatmu pergi Hingga memilih untuk berani berdiri di atas lutut sendiri Manusia ini yang terlalu takut hidup t…

Sajak Usia

Image
Sang Pena - Aku belajar dari titik paling kecil Membedakan mana bunga dan mana kupu-kupu Membedakan kumbang sagu dan entah
Seperti menebas ilalang, satu sisi aku ingin belajar lebih Melihat dunia dan birunya lebih Di sisi lain aku takut, takut tertebas ilalang itu sendiri
Maka anomali, Seperti ingin merasakan gula di lidahku yang penuh garam Keduanya menyerupa, hampir sama
Sejengkal ku berjalan setengah tertatih Berusaha mengejar senja seperti gila Mengejar senja yang diam-diam juga mendekat padaku Menggariskan tanda di sela mataku, bernama usia
Waktupun kian kuasa kurasa Hela per hela nafasku seperti goresan tinta Bermula dari jemari yang dulu pernah kokoh
Kini kerut dan keriput Waktu, telah menunjukkan kuasanya Rasanya luka jika acap melihat goresan retak pada telapak tangan
Namun, waktu tetaplah waktu Kita tak pernah kuasa melawan dan berkawan Cukup ia berjalan dan kita pasti diajak pulang
Ah, cinta terlantun bak puisi indah Meronakan pipi pujaan Syukur berbuah manis, tanpa perna…