Posts

Showing posts from May, 2014

Berbahagialah! Lilin Tanpa Sumbu

Image
Sang Pena - Ada kalanya kesendirian menjadi pertanda bergantinya usia. Dan selalu, kesyukuran adalah hadiah terbaik pengganti masa. Malam telah mengajarkan kita keheningan, hadirkan renungan yang menembus batas rahasia terciptanya waktu.

Keheningan menjadikan kristal kenang kemenangan. Mengembalikan "kaki" yang hilang, "tangan" yang terbuang, "mulut" yang sempat terbungkam. Cinta, ya cinta bernama kesyukuran atas nikmatnya itu telah hadir. Menerbangkan angkara murka, memutar manisnya keberhasilan dan indah makna kegagalan. Hening selalu menjadi cermin -- malam -- yang membuat kita melihat kaca hadirnya sebuah akibat dari sebab.


Malam ini, sederet doa tanpa api telah menghangatkan jiwaku. Bagaikan kekuatan yang menggetarkan. Menuju kemenangan yang sangat dinantikan, beberapa tahun di depan. Lilin tanpa sumbu telah menyala, selaksa cinta dan do'a akan segera menerangi tapak langkah ini dalam memenangi masa.

Bahagialah diri, sungguh, engkau mampu berulang…

Haruskah Kami Berdoa Agar terjadi Tsunami di Jakarta

Image
Sang Pena - Tuan yang terhormat sedianya kami adalah jelata yang mungkin enggan untuk kamu dengar pendapatnya, tapi mengatas namakan demokrasi yang anda gaungkan seyogyanya tolehkan muka dan lihat kami biacara.

Otak kami tidak sanggup jika harus berdebat karena bahasa anda tak dapat kami nalar, kalian adalah orang pintar yang menamakn diri kaum elit dalam birokrasi sedangakn kami hanya mengunakan sedikit logika saat perut lapar.

Kami bosan dengan carut marut negeri ini dan kami tak bisa menunggu hingga kita bertemu di alam baka dimana tangan dan kaki yang bicara. Tolong ingat ketika kami berbondong-bondong menuju sebuah tempat suara dengan membawa harapan, harapan yang datang saat kami mendapat janji manis sebuah masa depan bangsa. Betapa ikhlas 10 ribu kami relakan hanya untuk mendatangi sebuah pesta yang kau hasutkan dengan nama pesta rakyat, pesta demokrasi, 10 ribu yang sangat berharga yang kami dapatkan dari pekerjaan untuk terus bertahan hidup.

Sekarang untuk sekedar duduk dalam ra…

Prosa Pagi

Image
Semua orang perlu kekalahan, tetapi kekalahan bukan tempat tinggak yang baik - katamu tempo hari. Berkali terdengar lirih suara, dalam doa yang terendap keluar dari bilik bambu berjamur. Kau merahasiakan hati mulia, dalam hiruk pikuk kepongahan dunia.

Sementara bait demi bait tulisan ini tersusun, terselip namamu di antaranya. Seperti teman lama yang merindukan masa muda, senja yang keemasan di masa muda.

Kalah, kita pernah kalah. Namun caramu membesarkan hati selalu mengagumkan, memposisikan kekalahan sebagai kawan. Katamu, "Kekalahan selalu menyisakan cendawan, yang pada masanya ia akan berbuah kemenangan" seraya tersenyum setelah beberapa biji peluru menembus dadamu, basah berdarah-darah.

Semarang, 24 Mei 2014

Perak Langit Malam

Image
Sang Pena - Mungkin masih ada bias cahaya senja
Malam ini langit masih cukup terang
Tak seperti biasa, namun selalu, tetap mengagumkan.

Keperakan langit malamku
Sepuhan senja dan bulan purnama
Menjemput gemintang dalam pekat malam
Malam abu-abu hari ini

Pergilah kabut, terlalu cepat hadirmu malam ini
Angin, bawa ia menjauh
Aku ingin melihatnya
Dia, langit terindah yang disepuh emas senja
Yang diamnya menyimpan sejuta cerita

Semarang, 23 Mei 2014

Motivasi: Garam dan Telaga

Image
Sang Pena - Kisah Motivasi - Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang tak bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibua…

Embun Waktu

Image
Apa yang membuatmu berlari? Apa yang membuatmu bangkit dari kegagalan dan mengejar ketertinggalan? "Hadirnya seperti pagi tatkala datang embun, tak terlihat tapi terasa sejuknya. Dia tak terlihat fajar, tak tercium, tak terdengar, namun selalu dapat kita temukan setiap hari" kataku. Aku menyukai hukum sebab yang berakibat, segala sesuatu yang selalu kita deskripsikan tentang awal dan akhir.

Kita selalu berada di antara keduanya: awal -- akhir. Dan kita tidak pernah bisa lepas. Sejengkalpun!

Semarang, 21 Mei 2014 | 2:58 pm.

Prosa Kebangkitan

Image
Sang Pena - Aku bahagia mengemasi ransel kecil lapuk ini, lalu mengikat erat tali sepatu -- yang sama lapuknya. Tidak ada kebetulan, tidak pernah ada kebetulan hingga kesadaran itu kembali membangkitkan jiwa dan semangat. Pilihan ini membangkitkan, serasa wajah tersiram cairan firdaus -- hingga aku merasa seribu tahun lebih muda.

Aku berdiri tegar melihat cakrawala malam ini, sekali lagi tegak, sekali lagi tersenyum, senyum yang menantang segala keangkuhan. Ya, senyum ini yang lama ditunggu. Seperti aku melihat diriku yang berbeda, tetapi masih tegak, dengan sepatu yang sama, ransel yang sama -- sama lapuknya.

Luka yang dulu serasa ditikam dengan racun ini telah pulih, tiba-tiba sembuh dengan sendirinya. Semua upaya yang gagal membunuhku ini -- membuatku jauh lebih kuat, jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Semarang, 20 Mei 2014 | 23:50 pm | masih dalam hari Kebangkitan Nasional

Memafkan Berdampak Buruk bagi Pernikahan?

Image
Sang Pena - Sebuah studi yang dilakukan profesor asosiasi psikologi University of Tennessee, James McNulty, menemukan bahwa pasangan yang dimaafkan atas tingkah laku negatifnya cenderung untuk mengulangi perbuatan yang sama.

Dalam penelitian terhadap 135 pasangan yang baru menikah, mereka diminta menyimpan diari berisi interaksi dengan pasangannya. Diari tersebut merekam jika pasangan mereka melakukan sesuatu yang negatif, dan apakah mereka memaafkannya atas tingkah laku tersebut.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Journal of Family Psychology, ditemukan bahwa individu yang memaafkan pasangan mereka nyaris 2 kali melaporkan bahwa pasangan mereka mengulang tingkah laku yang sama di hari berikutnya, dibandingkan mereka yang menyimpan dendam.

''Ada satu penjelasan yang masuk akal. Pengampunan memungkinan pasangan yang relatif negatif untuk melanjutkan perilaku negatif mereka, sehingga akhirnya merusak hubungan,'' jelas McNulty seperti dikutip situs rd.com.

Tapi, bu…

106 Tahun Hari Kebangkitan Nasional

Image
Sang Pena - Seratus tahun lebih sudah, tepatnya 106 tahun sejak ditetapkannya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Nilai-nilai yang tertanam saat itu telah mampu memotori persatuan di antara berbagai komponen bangsa, terutama generasi muda. Semangat untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan, mengejar ketertinggalan dan membebaskan diri dari keterbelakangan.

Nilai-nilai yang saat itu mendasari generasi muda untuk berjuang dalam sebuah pergerakan atau organisasi bernama Boedi Oetomo. NIlai persatuan dan kesatuan inilah yang pada akhirnya mengkristal dan menjadi kekuatan moral bangsa sebagaimana yang dirangkum dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober tahun 1928.
Perjuangan yang panjang dan berdarah-darah tersebut akhirnya mencapai puncak dengan tercapainya proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bangsa kita telah sepakat, bahwa kemerdekaan yang sudah hampir berumur 69 tahun ini harus dijaga, dipertahankan dan dipelihara. Kita melihat bersama bahwa dalam kurun waktu…

Kultweet #PrabowoSubianto

Image
Sang Pena - Pembaca yang terhormat, selamat sore dan selalu mengagumkan :) Setelah selesai kultweet sore ini tentang Prabowo Subianto, pencapaian dan prestasi beliau berikut pembelaan atas tuduhan yang berkembang di masyarakat. Banyak permintaan untuk mengemasnya menjadi satu, nah berikut semoga bisa dijadikan bacaan untuk yang tadi belum sempat membaca lengkap di kultweet. Harap bantu share ya setelah membaca :) | dukung, dan menangkan | RI butuh pemimpin tegas, bukan boneka yang manut kepada ratu yang menunjuknya. Terima kasih.

Berikut kami sajikan "kicauan" Bondan Winarno melalui akun Twitternya @PakBondan yang ditulis beberapa waktu yang lalu:

1. Manteman tentu mengetahui, saya adalah seorang jurnalis dan kolumnis. Artikel opini saya dimuat Kompas, Tempo, Wall Street Journal, dll.

2. Saya juga pernah mjd pemimpin redaksi di 3 media nasional, serta diakui sebagai wartawan investigatif andal.

3. Sebelum saya gabung dan berjuang dengan @Gerindra, tentu saya teliti dulu reka…

Pasir Waktu dan Air Mata

Image
Sang Pena - Terkadang waktu menjelma menjadi debu, menyaru menjadi pasir dan butir kerikil dalam genggaman yang rapuh. Menghilangkan momen dan menggugurkan beberapa kesempatan -- dan kebanyakan kita tidak pernah mampu merebutnya kembali.

Sering tersimpan rahasia dalam tiap kepalan, tertahan -- menjadi semacam tinju yang selalu urung kita lontarkan pada sejuta wajah bertopeng kemunafikan -- kesombongan. Maka, rentang bentangkan saja tanganmu itu. Sungguh ini bukan tentang menyerah, apalagi pasrah: sambutlah angin dan gemintang malam ini, bulan separuh yang semerah saga di sudut langit -- peluk-peluklah ia dan biarkan ia luruhkan keraguanmu.

Simpan saja perih itu, dengan mata terpejam dan bersabarlah, barangkali kau memang ditakdirkan langit untuk menjadi seseorang yang setiap hari harus mengeringkan air mata itu, sendiri.

Semarang, 20 Mei 2014 | 12:40 am

Cantik Karena Rupa

Image
Sang Pena - Tolong, jangan anggap penulis sedang kasmaran dan sejenisnya ya, ini hanya tulisan yang dibuat karena melihat realita di masyarakat, singkat dan padat semoga bermanfaat, hehe. 

Cintaterkadang sangat membingungkan. Ada yang dulunya musuh bebuyutan sejak lahir, tiba-tiba menjadi lengket bak perangko kesiram lem tepung kanji. Ada yang dulu pernah janji sehidup semati, mati aja belom eh sudah pisah duluan, dan luar biasanya lagi mereka mengakhirinya bukan dengan gencatan senjata, melainkan genderang tabuh bendera perang, dengan api benci yang menyala-nyala. Mengerikan!

Pernahkah kita berfikir kenapa bisa begitu rupa? Ah, sekali lagi membingunkan. Wajar jika dulu khalifah Ali bin Abi Thalib berpesan "Cintailah orang yang kamu cintai secukupnya dan jangan berlebihan, siapa tahu di suatu hari nanti dia jadi orang yang membenci dan dibenci dirimu. Dan bencilah secukupnya, jangan berlebihan, siapa tahu di suatu hari nanti dia menjadi orang yang mencinta dan dicintai dirimu.

Ji…

Menyesal

Image
Sang Pena - Barangkali kita pernah melewati sebuah dimensi waktu yang terlalu pedih untuk tidak disesali. Memikirkan hal-hal kecil menyakitkan yang tak semestinya harus terjadi. Kenal waktu? Waktu adalah ibu dari segala rupa lahirnya peristiwa.

Segala peristiwa di masa lalu yang selalu kita rekatkan dengan keberadaan waktu: seraya berpikir keras cara-cara terbaik untuk melupakan kisah itu. Melupakan semuanya.

Semarang, 19 Mei 2014

Kenapa Harus Menulis?

Image
Sang Pena - Seringkali pertanyaan ini muncul saat membuka dashboard Blogger, "kenapa saya harus menulis?", "buat apa menulis?", "apa untungnya menjadi penulis?" Bukan hanya dari saya pribadi, pertanyaan serupa sering juga dilontarkan oleh banyak kolega (teman) dalam keseharian. Tak banyak yang saya jawab dengan serius, karena memang mereka bukan penulis. Mereka hanya "menyaru" menjadi penulis saat ditugaskan, dan kembali menjadi pembaca saat tugas itu "klimaks". Selesai.

Namun terkadang jawaban serius juga saya berikan, saat yang bertanya benar-benar tergelitik hatinya untuk mengerti alasan saya menulis. Dan berhubung hari ini saya akan curhat menulis dengan beberapa aktivis di kampus, maka bolehlah note ini untuk dijadikan bacaan di awal pelatihan.

Dalam blog yang sudah berumur hampir empat tahun ini, kurang lebih ada 500 lebih tulisan, baik yang original maupun saduran (re-post) dari beberapa sumber. Ada yang kisah nyata keseharian, …

Kecewa

Image
Sang Pena - Berapa banyak janji mengakar di telingamu, dari mereka yang meminjam suara untuk menegakkan sandaran kursi dan isi kantong mereka. Mengangkatmu tinggi-tinggi dengan janji, lalu meludahimu habis-habisan. Atau sekedar melambaikan tangan saja mereka telah lupa? Salam perpisahan atas janji yang ditelan bulat bumi.

Berapa kali harus kita hirup racun kecewa dengan tema besar demokrasi? 5 tahun sekali yang menjelma dalam satuan nano detik menyakitkan seumur zaman! Berapa kali kita harus berusaha mengubah duka dan lara jiwa dengan melengkungkan senyum palsu itu? Kepada mereka yang mengangkangi negeri dengan "alasan" pesta demokrasi?

Hari Bermuhammadiyah Kota Semarang

Image
Sang Pena - SEMARANG - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Minggu (4/5), menggelar Hari Bermuhammadiyah Kota Semarang yang dihadiri lebih dari 1000 jamaah di Kompleks SMK Muhammadiah 2 Semarang, jl. Kasipah No. 12 Semarang. Kegiatan tersebut menghadirkan pembicara Prof. Dr. H. Yusuf Suyono,MA, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah dan juga Mantan Ketua PDM Kota Semarang.

Pengajian dalam rangka hari bermuhammadiyah kali ini adalah putaran ke-10 di Muhammadiyah se-Kota Semarang. Sebagai tuan rumah adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candisari I. Selain kegiatan pengajian, hari bermuhammadiyah kali ini juga menampilkan kreasi pentas dari anak-anak siswa TK ABA,SD Muhammadiyah,SMP Muhammadiyah dan SMK Muhammadiyah, serta BAZAR sebagai bukti binaan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Candisari, sebagaimana disampaikan dalam laporan ketua PCM Candisari I, H. Sutrimo Yusuf.

Sekretaris Panitia Hari Bermuhammadiyah PDM Kota Semarang, Amruddin Mahfudh Juma'…

Mari Menilai Diri Kita

Image
Sang Pena - Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kaket tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran. Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata:

“Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.”

Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan.

“Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “. Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?”

Te…

Menjelang Sya'ban Pagi Ini

Image
Sang Pena - Menjelang sya'ban pagi ini,
Aromanya begitu menusuk hati
Siratkan kerinduan yang semakin
Cinta yang semakin membuncah
Sendu menanti ramadhan

Mungkin seperti surga
Yang aromanya tercium sekian jauhnya
Seperti ramadhan menjelang
Yang hadirnya seperti semakin nyata di bulan sya'ban

Ramadhan,
Bulan penuh ampunan
Saat lirihku menjadi do'a
Saat tangisan menjelma sesal

Harapan berharap ijabah kenyataan
Resah semoga terobati oleh jawaban
Derita akan berbuah kesabaran
Dan setiap cahaya pelita, menjelma jadi impian

Ramadhan masih menghitung mundur
Namun aromanya telah tercium
Selalu penuh rindu
Selayak rindu para sahabat kepada Rasul

Seperti rindunya para kumbang
Menanti kuncup bermekaran
Saat kuasaNya menghadirkan cinta lewat serbuk sari
Dan manisnya madu

Ah, aku rindu...
Ramadhan.

Semarang, 18 Mei 2014

Video Pertama di YouTube dan Customer Engagement

Image
Sang Pena - Haii, selamat malam bro n sist :) dari sekian ribu pembaca setia blog ini pasti ada lah ya yang pernah bikin video lalu diupload ke YouTube. Sebagai salah satu social media terbesar di dunia, YouTube memang memiliki daya tarik tersendiri untuk para creator video, apalagi kalau sudah bisa dimonetize, pemilik video bisa mendapatkan uang dari video yang diunggah tersebut lho, asyik kan?

OOT nih, tau ndak bro n sist seiring perkembangan teknologi online yang semakin pesat, kini video sudah menjadi alat wajib lho untuk menggaet konsumen, istilah kerennya kalau dalam bahasa marketing itu ada customer engagement yang bermuara pada terbentuknya loyalitas pelanggan dan interaksi, sekalipun pada akhirnya diharapkan bisa terjadi perilaku menguntungkan, seperti re-purchase, cross/up-sell, atau membagi pengalaman positif.

Nah, video atau lewat keberadaan berbagai channel di YouTube memiliki peranan yang cukup besar dalam menyampaikan suatu pesan kepada masyarakat. Dengan adanya kelebih…

Melukis Senja

Image
Sang Pena - Melukis Senja
Senja adalah semesta yang terbentang
Kala bias jingga menjelma menjadi malam
Ketika rasa menjadi kuas bagi jiwa
Dan langit menjadi kanvas milenia zaman

Sungguhpun rerumput bergoyang disapa sang bayu
Nyiur melambai, sampaikan salam kepada surya

Tetap saja sayang, tiada kunjung ku mengerti isyarat jiwa
Sedetik senja, adalah setetes air dalam dahaga sahara
Namun apalah daya, karena diri ini bukan pujangga

Hari ini kembali ku lepas senja
Biar ia pulang kepada pelukan malam
Karena esok, langit akan hadirkan surya
Dalam kehangatan dan cintanya yang sempurna

Semarang, 17 Mei 2014
Mendung, mau hujan | semoga ada pelangi...

Monolog Penantian

Image
Sang Pena - Di dunia di mana motif ayam menyeberang jalan tidak dipertanyakan lagi, perempuan-perempuan tahu bahwa jodoh mungkin harus ditemukan—dan bukan ditunggu. Sebab di dunia para ayam, pejantan tak pernah lebih dewasa dari betinanya.(Fahd)

Semarnag, 17 Mei 2014

Launching BlackBerry Z3 | Jakarta Edition

Image
Sang Pena - Jakarta - Hari ini secara global dan resmi Blackberry memperkenalkan produk terbarunya, Blackberry Z3. Bertempat di Ritz Carlton, perangkat paling anyar dari Blackberry ini dilepas di pasar global untuk ritel resmi dengan harga Rp2.199.000.

Blackberry Z3 ini sengaja diciptakan secara ekslusif dengan nama Indonesia dan menyediakan berbagai konten lokal yang menarik, dan adanya bahasa Jawa dan basa Sunda di dalamnya. Dengan keunggulan fitur terhubung dan berbagi, serta keamanan dalam berkomunikasi. Dukungan layar 5" dan keyboard intuitif akan semakin memanjakan pengguna dalam menggunakan gadget ini.

Salah satu kenggulan dari Blackberry Z3 ini adalah pengguna Jakarta Edition dapat menikmati konten ekslusif khas lokal di Indonesia, termasuk satu set khusus sticker karakter lokal wayang "The Punakawan" yang dibuat ilustrator Indonesia, Susilo Saptuady. Stiker ini ekslusif untuk pengguna Z3 dengan bebas dan waktu tak terbatas. Dengan adanya BBM Channel, pengguna d…

Forum ICITY, Sukseskan Indosat Meraih Telecom Asia Award 2014

Image
Sang Pena - Menjadi pelopor online forum khusus pengguna telco di Indonesia melalui forum ICITY, Indosat meraih Telecom Asia Award 2014 kategori Most Advance Approached to CEM (Customer Experience Management) dari Telecom Asia. Telecom Asia merupakan asosiasi media telekomunikasi regional terbesar di Asia yang mengelola majalah Telecom Asia serta www.telecomasia.net dan berbagai media yang ditujukan untuk para pelaku industri telekomunikasi.

”Indosat sangat bangga meraih penghargaan ini, yang menunjukkan komitmen Indosat dalam mendukung komunitas pengguna layanannya melalui Forum ICITY telah diakui di Asia. Penghargaan ini akan semakin mendorong kami dalam meningkatkan keterlibatan pelanggan sebagai upaya membantu mereka dalam memperoleh pengalaman terbaik menggunakan layanan kami”, demikian disampaikan Fuad Fachroeddin, Group Head Corporate Communications Indosat.

Forum ICITY adalah forum berbasis solusi yang berfungsi sebagai Online Support Community. Menawarkan solusi, ba…

Apa Kabar Blora?

Image
Apa kabar Blora? Masihkah kau seindah dulu? Sawah menghijau yang hadirkan damai Bercahaya ketika senja membelai
Masihkah engkau seasri dulu Hutan jati melingkar, bengawan solo mengular.
Blora, masihkah engkau merinduku? Getar rindu kala senja menggantung di indah wajahmu Mengenang selaksa cinta seorang ibu.
Blora, masihkah engkau pantas disebut "rumah"? Sungguh begitu banyak tanyaku tentangmu Sebanyak tetesan hujan, tak terhitung... Pun jua rinduku kepadamu, Blora yang dulu Akankah engkau letih menjawabnya?
Rinduku bukanlah tanpa makna, Karena dari Blora Bermuara kehidupan, awal segala cinta dan cerita.
Semarang, 11 Mei 2014 Kinijaya, midnight

Biru

Image
Sang Pena Biru berkuasa Dari gunung hingga ke laut Bak perisai selimut bumi Lembutkan hati yang mengharu
Kita berpijak pada kuasaNya Atas doa yang terhantar Atas azzam yang terpancar
Menakutkan apa yang kita mulai Yang seringnya tak berhasil sampai akhir
Biru aku kepadamu Engkau selimuti kehidupanku Selimuti rindu yang merajuk pilu Dimana bumi terhampar Dan segenap doa dipertemukan
Hingga senyum menjadi penghujung  Awal segala kebahagiaan
Semarang, 5 Mei 2014 5:37 am

Pagi di Awal Mei

Image
Mei,
Malam telah menjelma menjadi pagi,
Prenjak berpasangan
Bunga sepatu bermekaran
Pancaroba tahun ini

Matahari beranjak dalam keanggunan
Sedikit awan putih menghiasi langit timur sana
Timur, di sana rumahku, Blora

Beberapa pemimpi sudah mendaki
Melintas rimba hijau bebukitan
Beberapa masih terlelap mimpi

Mei adalah metafora
Bulan ini adalah keberkahan
Bulan ini adalah keindahan

Bunga-bunga bermekaran,
Burung prenjak berkicauan
Kita menanti datannya perbaikan
Di musim perubahan

Semarang, 3 Mei 2014 6:36 am

Diskusi Imajiner 1

Image
Sang Pena - Itu kamu, kamu yang lama tak menulis tiba-tiba membuka dashboard  blogger. Dan itu juga kamu, mendadak yang ingin menulis puisi dengan hati, tetapi ternyata mood kamu malah kepingin mendesign lagi. Payah, itu kamu yang bilang. Lelah, kamu lagi yang bilang.

Entah karena dorongan dan alasan apa kamu menulis lagi, sambil senyum-senyum kamu melanjutkan mengetik. Orang jawa bilang "ngomong dewe" tapi itu kamu malah "nulis dewe, ngguyu dewe". Tulisannya ngelantur, karena kamu bilang tulisan ini cuma pemanasan, setelah benar-benar panas lalu digoreng, kata kamu lagi.

Sebenarnya kamu mau nulis politik, tetapi kurang menarik, lagipula politik seringkali PHP dan bikin sakit hati. Kamu pengen nulis budaya, tetapi budaya sudah dikorupsi. Malah karena seringnya dilakukan oknum cakil rakyat, kini korupsi menjadi kebudayaan mereka, kata kamu lagi.

Kamu pengen menulis soal anak-anak, tetapi masa bahagiamu dulu sudah berbeda dengan jaman sekarang. Kamu dulu mainannya ta…