Berbahagialah! Lilin Tanpa Sumbu

blogger templates
lilin tanpa sumbu, sang pena
Sang Pena - Ada kalanya kesendirian menjadi pertanda bergantinya usia. Dan selalu, kesyukuran adalah hadiah terbaik pengganti masa. Malam telah mengajarkan kita keheningan, hadirkan renungan yang menembus batas rahasia terciptanya waktu.

Keheningan menjadikan kristal kenang kemenangan. Mengembalikan "kaki" yang hilang, "tangan" yang terbuang, "mulut" yang sempat terbungkam. Cinta, ya cinta bernama kesyukuran atas nikmatnya itu telah hadir. Menerbangkan angkara murka, memutar manisnya keberhasilan dan indah makna kegagalan. Hening selalu menjadi cermin -- malam -- yang membuat kita melihat kaca hadirnya sebuah akibat dari sebab.


Malam ini, sederet doa tanpa api telah menghangatkan jiwaku. Bagaikan kekuatan yang menggetarkan. Menuju kemenangan yang sangat dinantikan, beberapa tahun di depan. Lilin tanpa sumbu telah menyala, selaksa cinta dan do'a akan segera menerangi tapak langkah ini dalam memenangi masa.

Bahagialah diri, sungguh, engkau mampu berulang tahun setiap hari!

==== Dua puluh tiga tahun sudah -- kurang empat hari, tepatnya -- diri ini menyusuri panjang perjalanan hidup. Semoga berlimpah keberkahan, tercapai cita-cita dan harapan, membanggakan orang tua, dan bermanfaat bagi umat manusia, agama Islam, Muhammadiyah, bangsa dan negara.

Semarang, 1 Juni 2014
Penuh kesyukuran :)

2 Responses to "Berbahagialah! Lilin Tanpa Sumbu"

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih