Ada Apa Dengan Suara Merdeka?

blogger templates
Sang Pena - Sebelum membaca, penasarankah anda dengan isi dari judul tulisan ini? Menggigit gitu? :D Oke, sebenarnya judul di atas hanya untuk menarik atensi pembaca untuk terus membaca tulisan ini. Yuk monggo dilanjut :)
Tulisan kali ini hanya sekedar  sharing saja :) kepada mereka yang menyukai dunia menulis, terutama yang lebih spesifik : jurnalistik. Mungkin perlu dipahami pula bahwa sekalipun menulis dan jurnalis kelihatan serupa, keduanya bisa dikatakan berbeda. Sederhananya, jurnalistik lebih condong ke arah berita atau wartawan, atau berita yang dikonsumsi oleh publik. Lalu, jurnalis, adalah seseorang yang kesehariannya mengumpulkan berita kemudian menyebar luaskan lewat media (baca:wartawan). Pengertian di atas hanya bersandar pada pemahaman penulis, dan seingat yang penulis dapat dari KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Sesuai judulnya, saya (penulis) memberikan kata Suara Merdeka sebagai header di SEO (Search Engine Optimization) atau judul dari postingan ini. Bukan karena penulis adalah karyawan suara merdeka, bukan pula CEO suara merdeka (mohon dibedakan antara SEO dan CEO), namun lebih karena penulis telah mengirimkan puluhan tulisan ke Suara Merdeka. Dan, alhamdulillah dua di antaranya sudah dicetak (terbit). Tulisan pertama (kalau tidak salah) berjudul Jangan Malu Berwirausaha. Kemudian tulisan ke dua yang dimuat berjudul Perpeloncoan, Tidak Relevan Tapi Dibutuhkan. Jarak terbit antara keduanya terpaut cukup lama, yang pertama terbit di pertengahan Juni 2011 (semester II) dan tulisan ke dua terbit pada September 2011 (masih semester II).
Padahal, jika pembaca melihat pada snapshoot yang terdapat pada folder Suara Merdeka di Flashdisk penulis (di lingkari merah) di samping, telah terdapat banyak sekali tulisan yang telah dikirim. Bahkan yang terdapat dalam gambar di atas belum semuanya (penulis yakin ada sebagian yang hilang, untungnya tidak dimuat). Pertanyaannya, kenapa dari tulisan sebanyak itu hanya dua saja yang dimuat? Nah, jangan tanya penulis. :D penulis hanya belajar menulis, kebetulan Suara Merdeka yang berkenan jadi guru, sekaligus memberi kesempatan untuk menampilkan tulisan sederhana saya di ribuan lembar korannya. Dan satu lagi, dibaca orang se-Jawa Tengah lho. Slogannya kan “Perekat Komunitas Jawa Tengah” :)

Jika dibilang berpengalaman, tentu belum tepat penulis mengatakannya kepada pembaca. Yang lebih tepat, (ini berdasar pengalaman pribadi). Jika anda,pembaca atau siapapun yang menginginkan tulisannya dimuat di media massa apapun (cetak atau elektronik yang profesional). Ada satu pesan penulis : JANGAN BERHENTI MENGIRIMKAN TULISAN! Karena penulis yakin, redaksi sangat mempertimbangkan anda sekaligus konsistensi anda di dalam mengirimkan seuah tulisan. Ingat, orang yang gigih dan pantang menyerah lebih diunggulkan, daripada orang yang mudah menyerah.  Dan lagi, redaksi juga manusia lhoh :D pasti punya hati deh jika anda mengirimkan terus menerus dan tidak dimuat (berdoa sajalah) agar redaksi kasihan. :D

Oke, sebatas itu saja dulu yaa, maaf tulisannya jika kurang enak dibaca. Ini hanya sebatas berbagi dan shareng (sharing :) ) :D Terakhir, mengutip sebuah kata bijak : Ada tiga cara untuk menjadi penulis; menulis, menulis, dan menulis. Terima kasih.

Regard, 
Lyla :)
Populer dengan Nama Lyla di Dunia Maya. Seorang penulis asli Blora, Jawa Tengah yang mengaku lahir di Berlin, meskipun bukan, pada 1 Juni 1991. Berstatus mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Semarang, mencintai dunia sastra sejak dalam kandungan. Saat ini sedang bersikeras untuk mengganti namanya menjadi berakhiran –Hirata, atau – El Shirazy, atau –Rowling meskipun akhirnya diurungkan.
Opininya pernah dimuat di berbagai media massa; Suara Merdeka, Okezone, Pewarta Indonesia, Oase, Asy-Syifa’ dan lain-lain. Aktif menulis di blog sang pena, marketing dan TL perusahaan Traveling di dekat UNDIP, serta co-founder distro boneka Green Horta Semarang dengan kantor seluas 4x5 meter. Founder Gerakan IAM (Indonesia, Ayo Menulis) di Jejaring Sosial Facebook). Prestasinya adalah menjadi finalis 5 besar Web MuDA Kompas – Pertamina 2012. Menjadi 15 Besar se-Indonesia pada Poster Competition MYMConference 2012 lewat Rani’s Craft. Alumni IBEC (Indonesia Business & Entrepreneurship Conference) 2012 dan ITPreneurship Training Kementerian Perindustrian 2012.
Seorang : Blog Consultant, ITPreneur, WritePreneur, TechnoPreneur, Pegiat Social Media, Enerjik, Supel, Humoris, dan sangat terobsesi pada kata “Sukses Muda – Mulia” (semua menurut penilaian penulis sendiri, tidak melibatkan pihak ke tiga).
Berharap jadi orang dengan penghasilan pas-pasan; pas untuk beli mobil, pas untuk beli rumah, dan pas untuk membahagiakan keluarga. :D
Motto hidupnya, “sekali berarti, sudah itu mati” (Chariril Anwar)
Bukunya; Menjadi Pejuang, Kisah Inspiratif 17 Aktivis  (PP IPM, 2009), I’m Proud To Be Scout (Leutika Prio, 2011), dan insyaAllah yang lain akan segera menyusul.
Alamat palsu : Jl. Dr. Wahidin Gg Glipir Jatingaleh RT 1/I No. 108 Semarang, Jawa Tengah
Alamat lahir : Ds. Medalem Kec. Kradenan Kab. Blora Jawa Tengah, 58381
Alamat tinggal : Jl. Ngraho – Ketuwan Km, 4 Kec. Kedungtuban, Blora, Jawa Tengah, 58381
Twitter : Black Dragon (@sang_pena)

5 Responses to "Ada Apa Dengan Suara Merdeka?"

  1. Koq iklan Batik RG nya udah gak ada??
    hehehe :)

    ReplyDelete
  2. @MF_Abdullah :D hehehe, maaf mas :D time UP :D tapi masih bisa dipasang lagi :)

    ReplyDelete
  3. Tulisan Informatif dan Inspiratif..
    makasih sobat..

    ReplyDelete
  4. trimakasih infonya... salam kenal. kalau blh tw, dulu pngrman naskah ke SM dkirim via email atw langsung kesana?
    *mohon doanya...sy jg sdg berjuang menjebol mediamasa...

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih