Hanya Sepotong Apel Busuk

blogger templates
hanya sepotong apel busuk
Sang Pena - Untuk segenap dokter, calon dokter, dan mereka semua yang bercita-cita mulia menjadi seorang dokter. Dan terkhusus saudariku Laddy Farhana :) - maaf nama aslinya siapa yaa? :p Selamat membaca :)
Hanya Sepotong Apel Busuk - Oleh Laddy Farhana - 
Aku dengar detak jantung dug- dug- dug yang ku dengar dari seorang pasien lewat stetoskop yang sedang menempel di telingaku. Hal itu mengingatkanku pada suara debaran jantung Ibu saat aku berada dipelukan lengannya saat beliau mencoba menenangkanku karena lapar.
Sabar ya Nak,” Ucapnya sambil mengelus kepalaku,lembut, Tunggu Ayah pulang ya.”
Tak terasa air mataku menetes dari pelupuk mataku, “Lihat Bu, anakmu sekarang sudah menjadi yang engkau harapkan.” gumamku dalam hati.
Aku masih ingat ketika aku di bangku sekolah dasar dulu. Pagi itu seperti biasa aku berangkat pagi-pagi sekali karena jarak sekolah yang cukup jauh dari rumah.
Aku dan adikku yang masih duduk di bangku kelas 2 Sekolah dasar berjalan kaki menelusuri tanah berlumpur karena semalam sempat hujan lebat.
Kosong mata ini memandang langkahku di atas percikan lumpur yang seakan ikut menggenangi asaku akan mimpi ibu, untuk mewujudkan keinginanku menjadi seorang dokter.
“Jadi dokter itu perlu duit!” kata saudagar kaya di kampungku.
Ibu hanya bisa tersenyum tegar walau ku tahu hatinya luka. Namun aku tahu, beliau tidak akan merubah tekad dengan menggantungkan keinginannya hanya semata-mata kepada Allah SWT. Walau terkadang juga mungkin ada rasa ragu yang dalam yang menyesak dalam dadanya.
***
Kalian mesti banyak makan vitamin, biar nanti kalian pintar.” Kata ibu sambil mengupas apel yang semuanya tinggal setengah bagian.
Kok semuanya tinggal setengah,Bu? Tanya adik sambil memandangi kulit apel merah yang tergeletak di meja.
Karena kita harus berbagi dengan makhluq Tuhan yang lainnya Nak.”, kata ibu sambil menyuapi potongan apel kecil ke mulut adik.
Walau aku masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar, aku cukup paham dan tidak bisa dibohongi lagi. Memang ibu tidak bohong, karena kita memang berbagi sebagian yang lain dengan ulat yang telah mengigitinya lebih dulu. Apel itu adalah apel yang ayah bawa tengah malam sepulang kerja sebagai tukang parkir. Memang karena beliau tidak mampu membelinya dengan harga yang cukup mahal, beliau hanya memunguti apel bekas yang tersisa atau mungkin tergeletak di toko-toko yang ada di lingkungan parkir. Kata ibu asalkan itu halal, maka akan membawa berkah. Aku tidak paham bagaimana sebenarnya. Namun beliau selalu berusaha agar kami selalu tercukupi gizi kami. Walau itu hanya dengan sepotong apel busuk.
Sakit sebenarnya melihat perjuangan yang dilakukan ayah dan ibu. Aku terlalu banyak diam dalam kepura-puraanku seakan tidak tahu terhadap yang beliau lakukan selama ini.
Aku menangis di setiap kesendirianku. Mungkin, aku sekarang tidak bisa menyaksikan lagi perjuangan Ayah dan Ibu selama aku berada di bangku perkuliahan dan sampai aku sekarang menjadi dokter. Tetapi, beliau selalu menyenangkan hatiku dengan mengabarkan bahwa beliau selalu baik-baik saja. Seakan tenaga mereka tidak pernah habis untuk membantu mewujudkan cita-cita kami.
Ayah..Ibu...masih ingatkah apa yang dikatakan Khalil Gibran, bahwa Engkau adalah kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir-bibir manusia. Engkau adalah penegas kita dikala lara, impian kita dalam rengsa, rujukan kita dikala nista. Siapapun yang kehilangan engkau, ia pasti akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkati. Engkau adalah jiwa keabadian bagi semua wujud. Engkau adalah yang penuh cinta dan kedamaian. [Sang Pena]
Snapshoot Penulis :D*mohon jangan dikomen soal chubby-nya penulis :D :p










* Tuhan bersama mereka, yang berani bermimpi. Dan memperjuangkan mimpi tersebut! :)
Semarang, beberapa jam sebelum dhuhur...

16 Responses to "Hanya Sepotong Apel Busuk"

  1. Nama Lady tu, Mang "Lady Farhana", tanpa double y & d.. Wah.. meragukan namaku yang indah.. hehhe itu nama dr bayi tau kak.. hahha

    ReplyDelete
  2. @Anonymous hahaha,,,, iyaa bagus :) sejak bayi atau pas dalam kandungan udah disiapin lad? :D

    ReplyDelete
  3. ini yang nulis LAdy , tp yang dalam cerita ini kaka Lady.. hahhaha Haduh haduh..

    ReplyDelete
  4. Apelnya itu Merah, bukan ijo.. hihihiih :D

    ReplyDelete
  5. @Anonymous ahahahah,,,, rewelll yang penting kan sepotong :p

    ReplyDelete
  6. hehehhehehe :D

    ReplyDelete
  7. @Anonymous kaka diminta ikutan komen, biar ramee :D :D :D

    ReplyDelete
  8. kaka Lady bukan? beliau jarang buka internet skrg.. Soalny udah punya suami.. *apa hub? hehhe

    mksdnya semenjak punya suamiii... heheh

    ReplyDelete
  9. eh kaka d blog kaka juga buka donk, yang educationnya.. msalnya contoh2 soal dr UN, dll.. gt.. bisa jd referensi..

    ReplyDelete
  10. Laddy :D hahahaaa, emang kalo udah punya misua gak bole internetan? :p :p :p
    Aiz : heheheee, udah ada yang buka aiz, blog ini spesial buat dunia tulis, eh, gk ding, macem2 banget kok, hahahaa.. :D
    klo punya tulisan kasih aja, biar aku publish dan sebarkan ke temen2 :)

    ReplyDelete
  11. ahhh susah deh sama orang jomblo.. hahahha :D

    ReplyDelete
  12. cwek nya cantik gan ...



    comment balik ya

    ReplyDelete
  13. nice postingannya gan menarik sekali untuk dibaca...

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih