Motivasi dan Kompetisi Ahmad Wahib (Blog)

blogger templates
Sang Pena - Ini, seperti halnya yang sering saya koar-koarkan ketika berbicara, bahwa bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi kita. Bukan salah, tapi benar adanya bahwa jika kita mau bermimpi dan memperjuangkan mimpi tersebut, maka bukan hanya dengan cara "tidur" mimpi tersebut tercapai, tapi realita akan membuktikannya. 
Apa?
Ya apa saja, bukankah Allah tidak melarang hambanya untuk seberapa jauh untuk bermimpi? seberapa jauh untuk belajar? Maka bermimpilah dan belajar. Nabi pernah mengatakan bahwa, "tuntutlah ilmu, sekalipun sampai ke negeri Cina". Pada masa itu, pernahkah Nabi melakukan ekspedisi ke China? Belum, Nabi hanya mengetahui China dari keramik yang dibawa oleh pedagang dari China. 
Kebanyakan orang lebih takut untuk sekedar bermimpi, malah sebagian lagi jangankan bermimpi, melihat yang kenyataan saja masih bimbang. 
Nah, bagaimana mungkin negeri ini bisa maju kalau macam begitu rupanya? Mental pemenang itu harus dibanguna, mental pemenang harus dibentuk. Malu dong kalau bisanya negeri ini cuma "jual diri". Lihatlah tetangga sebelah, seberapa to luasnya Malaysia? atau seberapa sih Singapura itu? Bahkan mereka tak lebih luas dari Pulau Jawa, tetapi kekayaan dan kemampuan mereka jauh diatas angin, bahkan dibandingkan dengan negara Indonesia. 
Miris kawan, miris sekali. Di tengah melimpah ruahnya harta kekayaan yang terkandung, ternyata belum sepenuhnya tergarap untuk kemakmuran rakyat Indonesia, bahkan parahnya lagi, negara ini tidak pernah benar-benar sadar, betapa kayanya Indonesia. 
Kalau baca judul, kok jadi ngaco ya? :D
Sudahlah, tulisan ini bukan untuk dinilai boi, lagipula siapa juga yang mau mengurusi kalau tidak ada yang memulai. Bukankah yang muda harus menjadi langkah awal perubahan? Bukan penonton.  
Lihatlah beberapa statemen berikut ini, dan renungkan!
"Menjadi pemain adalah karakteristik bangsa pintar, sedangkan menjadi penonton adalah ciri bangsa bodoh"
"Bangsa pintar berfikir untuk menang, dan bangsa bodoh berfikir untuk tidak kalah"
"Bangsa pintar menjadi majikan, bangsa bodoh menjadi kuli"
"Banga pintar menjual, bangsa bodoh membeli"
-Heppy  Trenggono. 
Dimanakah kalian? di manakah bangsa ini?
?
Semoga tidak heran dengan apa yang penulis sampaikan kali ini, maklum, penulis menyadari bahwa penulis termasuk pemilik otak kanan yang lebih dominan :D 
Judulnya itu?
Nah, sekarang konsen lagi ke judul ya :)
Siang ini saya, penulis, sempatkan berkunjung ke situs Ahmad Wahib, ya maklum, karena memang penulis dengan sukarela telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kompetisi tersebut. 
Awalnya kurang pede juga kalo bisa lolos, maklum, yang namanya blogger di Indonesia itu udah kayak semut. Hampir semua orang punya blog lho, percaya? Jangan, syirik. 
Survey kecil-kecilan yang pernah penulis lakukan. Banyak yang punya blog, TAPI LUPA PASWORD, TAPI LUPA ALAMAT BLOG, dan yang lebih parah adalah LUPA KALAU PERNAH BIKIN BLOG. :D
Parah benar kan? padahal blog bisa jadi sarana nulis yang hebat lho. :) 
Tertanggal 13 Mei 2012 kemarin, Sayembar Blog Ahmad Wahib telah menampilkan blog-blog yang lolos menuju tahap berikutnya. Dan, blog ini termasuk salah satu yang berhasil lolos dari total 132 peserta se-Indonesia. :)
Tepuk tangaaannn :D
Nah, ini saya kasih snapshootnya deh, biar seneng :D
Dalam snapshoot di samping, Blog Sang Pena terlihat pada nomor 30. Alhamdulillah, :)
Sebenarnya ke bawah masih ada sekitar 132 lagi yang masih bisa ditampilkan. Tapi buat apa pula banyak-banyak. Ya kan?
Dan melalui sedikit tulisan yang masih belajar ini, penulis berharap dalam doa, dalam kuatnya kata-kata, semoga penulis bisa menjadi salah satu yang terbaik dalam kompetisi luar biasa ini. 
Terus menulis dan berkarya yuuk :)
Let's write! ;) :D ;)
 

1 Response to "Motivasi dan Kompetisi Ahmad Wahib (Blog)"

  1. Yu`re right man. Mimpi adalah nafas dari kehidupan. so, menyia-nyakan hiudp hanya dengan bermalas-malasan dan menunggu ajal menjemput merupakan sebuah kesalahan besar. orang bijak adalah orang yang selalu menghiasi hidupnya dengan mimpi, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana engkau mewujudkan mimpi tersebut. speak less, do more. :D

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih