Ingatlah (161) - Sebuah Puisi

blogger templates
Malam ini cek email, ada kiriman puisi :) dari seseorang yang tidak penulis kenal, untuk milad 21 tahun penulis beberapa hari yang lalu :) terima kasih ya :) (sender : perjalananhidup404@yahoo.com)
Sang Pena - Puisi Ingatlah!
Ingatkah saat kau lahir dulu
Keluar dari peraduan yang kokoh
Menyaksikan megahnya dunia
Kau sambut hari itu dengan tangisan
Tangisan yang membuat orang lain tersenyum
Tangisan yang mengawali waktumu untuk sebuah perjalanan
Perjalanan panjang namun fana nyatanya


Kini...
Kau telah dewasa, 21 tahun telah kau lewati
Segala bentuk rasa dunia tlah kau nikmati
Kelak semua waktu kan dimintai pertanggungjawaban
Manfaatkan sisa umur yang masih ada
Harap umur yang telah lalu bernilai ibadah
Dan yang akan datang kan jadi berkah


Lihatlah ibu, masih ada disampingmu
Menemanimu disetiap waktu
Waktu yang kan membuatmu bermakna
Lihatlah alam, masih tetap warnai hidupmu
Memberimu kehidupan atas ijin sang pencipta
Lihatlah langit, masih kokoh tanpa tiang
Memberimu inspirasi akan sebuah tujuan


Janganlah bersedih akan kekurangan
Nikmati hidupmu selagi bisa
Pandanglah kebawah saat urusan itu
Dan pandanglah keatas saat urusan ini
Tak banyak kataku, hanya sesikit sekali
Semoga kau berhasil dan sukses menjadi muslim sejati
[Sang Pena, 3 Juni 2012 ]

2 Responses to "Ingatlah (161) - Sebuah Puisi"

  1. itu yg kirim email lady tauu.. hihi wkwk *ngaku2

    ReplyDelete
  2. @Anonymous wkwkwk,, keliatan banget bohong :p *gk percaya :D

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih