Flash Post : Essay DataPrint

blogger templates
Sang Pena - Opini - Tulisan ini ukurannya hanya 16 kb, bermodal bismillah, akhirnya tanggal 10 Juli 2012 membuahkan hasil :) Terima kasih DataPrint.
Jika harus jujur mengakui, kata yang paling tepat untuk mewakili kondisi pendidikan mayoritas penduduk di Indonesia saat ini adalah memprihatinkan. Bagimana tidak? fakta di lapangan telah menunjukkan bahwa masih banyak sekali fasilitas pendidikan yang sangat jauh dari kesan memadai, bahkan ala kadarnya, mulai dari sarana dan prasarana, kualitas pengajar, hingga dukungan dari pemerintah daerah yang bersangkutan.

Anggaran pendidikan di Indonesia seperti telah diketahui bersama saat ini mencapai 20% dari APBN, pertanyaannya apakah anggaran tersebut sudah benar-benar bisa dirasakan? Atau hanya sekedar hitam di atas putih, belum menyentuh sama sekali? Dimana rasa tanggung jawab pemerintah? Nyatanya Pendidikan di negeri ini masih terabaikan, terbelakang. Satu PR besar yang harus dikerjakan pemerintah untuk mewujudkan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa”, sebaik mungkin dan secepat mungkin, keadaan seperti ini jangan dibiarkan berlarut-larut.

Pendidikan, di Negara manapun adalah sebuah lambang supremasi atas eksistensi Negara tersebut selain dari sektor ekonomi. Jika pendidikan masih carut-marut, tentu sangat sulit mengejar ketertinggalan kita di bidang yang lain, seperti ekonomi dan kemajuan teknologi. Karena pendidikan yang maju ibarat pintu utama untuk membuka kemajuan di bidang yang lain.

Ada beberapa faktor yang menurut penulis bisa menentukan sekaligus diperbaiki guna meningkatkan kualitas pendidikan di Negeri ini. Pertama, sarana prasarana pendidikan yang memadai. Sarana prasana yang ada saat ini sudah waktunya untuk diganti, bukan hanya karena tidak layak tetapi juga tuntutan zaman untuk memiliki sarana prasarana terkini, agar tidak tertinggal sekalipun tidak menutup kemungkinan untuk menciptakan sarana pembelajaran alternatif. Dan ini tugas pemerintah untuk menyediakan pelayanan bagi rakyatnya.

Kedua, kualitas pengajar yang kompeten di bidangnya. Selama ini pengajar yang benar-benar berkualitas dan kompeten masih bisa dihitung dengan jari, belum sepenuhnya merata di bumi Pendidikan Indonesia. Padahal pengajar adalah ujung tombak kemajuan pendidikan Indonesia. Bisa jadi hal ini dikarenakan sistem pendidikan kita yang lebih mengutamakan nilai tertulis daripada kemampuan impelementasi ilmu itu sendiri. Sehingga distribusi ilmu kepada siswa tidak bisa maksimal. Tentu menjadi kewajiban para pendidik untuk sadar diri dan mulai berbenah dari sekarang, meningkatkan kualitas dan kapasitasnya sebagai seorang pendidik di bangsa yang besar.

Ketiga, adalah I’tikad yang baik dari siswa serta niat yang kuat dan benar untuk belajar. Ini faktor paling penting dari dua faktor sebelumnya. Siswa harus mampu menyadari, kewajiban dirinya untuk belajar. Bahwa belajar dan menempa kualitas diri adalah sebuah kebutuhan, bukan hanya semata-mata tuntutan zaman dan kewajiban.

Dan faktor tambahan yang terakhir adalah lingkungan. Lingkungan yang kondusif dan mendukung untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Lingkungan yang berisi manusia-manusia dengan etos semangat pendidikan yang tinggi dan membawa visi perbaikan bagi pendidikan Indonesia di masa mendatang.

Kualitas pendidikan yang baik adalah sebuah keadaan pendidikan yang mampu mengedepankan pendidikan karakter manusia berkepribadian bangsa (pancasila) tanpa mengesampingkan kualitas intelektual, mengembangkan bakat yang dimiliki siswa dan berbasis kearifan lokal. Keluaran yang diharapkan dari pendidikan seperti ini adalah manusia berwawasan, memiliki kepedulian sosial tinggi, dan berakhlak mulia.
Tulisan ini sekedar untuk Anda yang butuh referensi menulis, jangan copy paste yaa :)
Lyla K.
 

2 Responses to "Flash Post : Essay DataPrint"

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih