#FiksiMini Puisi (1)

blogger templates
fiksimini, #fiksimini, Fiksimini, fiksi, mini
Sang Pena - Terima kasih untuk kang Yos :D untuk segala puisinya yang luar biasa menggigit dan menggairahkan usia renta :) Selamat membaca, dan silahkan protes sama penulis aslinya :D
Tak ada yang lebih buruk dari kata-kata penyair.
Dalam tiap puisi ia lupa kemana segala mula mesti berakhir.
Dalam tiap tanda ia lupa kemana waktu mesti diarsir.
Pun dengan dzikir ia pura-pura berdesir seperti coba merangkup air dengan pasir.
Aih, segalanya coba dibuat cair dengan meramu kata-kata yang entah cinta atau dusta.
Bahkan kadang-kadang ia coba mengkhianati dunia dengan igauannya yang sengau dan risau.
Dunia yang seringkali dibikin dengan tergesa-gesa dan membikinnya gila.
Tak adakah yang lebih sederhana dari kata-kata penyair?
Tak adakah yang lebih mulia dari sekedar kata-kata penuh sindir?
Mungkin lebih baik ia menghabiskan bir bercangkir-cangkir daripada membikin perawan kehilangan pikir. Ya, lebih baik ia minum kopi secangkir dan mengkhawatirkan hidupnya yang serapuh kulit bergelambir. Kulit takdir. #fiksiminipuisi
[Sang Pena]

4 Responses to "#FiksiMini Puisi (1)"

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih