#FiksiMini Puisi (2)

blogger templates
#fiksimini, fiksi, mini, fiksiminiSang Pena - Selalu menarik untuk membaca tulisan ini :)
"Tak ada yang abadi didunia ini kecuali Keabadian itu sendiri. Tak ada yang benar-benar kita miliki kecuali ketiadaan. Bahkan cinta yang kamu agung-agungkan dalam hidupmu itu tak lebih dari sehembusan angin. Lewat begitu saja, menyesak di dada kemudian lepas. Bebas. Sungguh rapuh, dan luka akan kehilangan tak akan pernah sembuh biarpun sampai hatimu melepuh. Sampai hidupmu luruh." Bisikmu pelan menghembusi luka-luka yang kadung menganga itu. Kelabu. Malam pun menggelinding di matamu. "Jadi kita seperti ini saja. Saling mencintai tapi tidak saling memiliki. Agar saatnya tiba pergi, kita tak perlu sakithati apalagi bunuhdiri. Cukuplah kita berbagi dan saling memahami bahwa cinta tak akan benar-benar menyatukan pribadi kecuali ia sebentuk penghormatan atas keberadaan diri dan rasa peduli ketika kita saling dirundung sepi." Katamu lagi sambil menjilati luka ini yang hampir kebas dan mati. Ya, mati dalam secangkir kopi dan buruknya kata-kata puisi.
#FiksiMini
[Sang Pena]

3 Responses to "#FiksiMini Puisi (2)"

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih