Renungan Shubuh

blogger templates
renungan shubuh, renungan islam
Sang Pena - Beberapa dari kita seringkali lupa, seringkali alfa bahwa hidup ini bukan semata untuk kesibukan dunia. Kita sering bahkan sangat terlalu, mengejar sesuatu yang bahkan tidak ada bergunanya sama sekali. Dunia telah membuat kita lupa. Sungguh

Kebahagiaan, bukankah ini yang sejatinya hendak kita raih?
Jika kebahagiaan, lalu untuk apa kamu banggakan apa yang kamu kejar itu?

Lihatlah, mereka yang tak pernah sekolah
Mereka yang tak pernah mengenal peradaban.

Terbersit tanya, pernahkah mereka berharap menjadi kita?
Yang tidak mungkin, kita tak pernah berharap menjadi mereka.

Kawanku, jika waktu berputar dan benar pasti berputar
Mungkin kelak akan ada saatnya ketika kita harus menjadi mereka?

Mau? tidak! 
Yang harus kita lakukan adalah melakukan perubahan, sebaik-baiknya, sebenar-benarnya.

Jika harus menghamba, menghambalah kepada Allah, bukan harta
Jika harus berbagi, berbagilah dalam keikhlasan sebagian hartamu, kepada mereka yang dimiskinkan sistem

Tanamkan dalam jiwamu, kompasilah diri dengan iman.
Jika kamu masih muda, maka sandarkan imanmu kepada Allah karena kita generasi yang perlu "dijaga".

Mengawali memang tidak mudah, lebih mudah untuk tidak mengawali.
Lalu, apakah yang kamu tunggu untuk mengawali. Mari dimulai kawan, jangan menunggu negeri ini runtuh sampai ada cerita, bahwa dulu "pernah" ada negeri bernama Indonesia, yang hanya sebuah cerita.

[Lyla K.]

2 Responses to "Renungan Shubuh"

  1. "kepada mereka yang dimiskinkan sistem"
    kata - kata yang cerdas, yang harus disadari oleh banyak manusia...
    good cogitate :)

    ReplyDelete
  2. heheuu,,, terima kasih telah membaca :)

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih