Pemulung itu...

blogger templates
pemulung, pemulung banyak, pemulung sampah
Sang Pena - SEMARANG - Dalam perjalanan pulang dari kampus pagi ini. Setidaknya saya menjumpai 3 "warga negara" yang mungkin - seperti saya duga - tidak dipedulikan lagi oleh Pemerintah.
Di tengah banyaknya warga yang mungkin masih menarik selimut dan kembali ke rengkuhan peraduan. Mereka - tiga orang ini - sudah sibuk. Sibuk mengais sampah. Mencari rupiah sedikit sekali dari sisa kita. Sampah kita.
Ironi memang. Di tengah kekayaan yang luar biasa ini. Harusnya mereka adalah warga negara yang tercukupi finansial dan rohani, mengingat usia mereka yang juga tak lagi muda. Bukankah ini negara kita? pasar kita? kenapa kita harus mengemis di bumi yang telah ditukar dengan darah oleh para pendahulu?
Kepada generasi muda, mari kita berubah. Mencoba lebih pedulilah kepada hal-hal kecil seperti ini. Jika bukan kita yang berbenah, siapa lagi?? mengharap kepada mereka yang sekarang memimpin kita sangat besar resikonya. Resiko "wani piro?" yang berbelit di tataran birokrasi.
Mereka adalah tanggung jawab kita. Bukan tanggunh jawab orang lain. Kita, saya, anda dan segenap generasi muda sekalian.
Tidak ada kata terlambat JIKA kita memulainya dari sekarang :)
Jaya generasi muda bangsaku! Indonesia!
#menuju 2013 hebat!
Editor in Chief
@sang_pena
* Ditulis sambil makan bubur - Warung Burjo Gemah, 15-12-2012; 5:31 am. Dibaca dimana sadja!
#note: hari ini makrab :)
(mungkin, kelak saya membaca lagi tulisan ini di puncak kesuksesan, jejak saya! :)

2 Responses to "Pemulung itu..."

  1. amiiin,,, semoga sukses!!!
    hidup generasi muda bangsaku yang bersaku,, kaya iman, kaya hati, kaya harta :)
    menjadi generasi yang peduli pada sesama dibawah payung illahi bukan pemerintah :)

    #rajin banget nulisnya mz,, sambil makan bubur? gimana caranya? he heee keren SEMANGAT.. met makrab ya :)

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih