Menulis Lagi, Sebuah Maaf Untuk Kesibukan

blogger templates
menulisKetika tahun 2009, buku pertama saya (benar-benar yang pertama) terbit dalam bentuk antologi, detik itu juga saya menjanjikan kepada diri sendiri bahwa salah satu profesi yang kelak saya kerjakan adalah sebagai penulis, ya penulis, tidak ada halangan suatu apapun untuk tidak mewujudkannya. 

Sekalipun dengan cukup "malu" detik ini harus saya akui, bahwa kemampuan menulis saya kian melemah, makin lemah. Maka saya mencoba (lagi) untuk bangkit, merangkai dan menyusun kembali. Diskusi dengan nurani, tidak tau dimulai dari mana :)

lha ini kan sudah menulis lagi? namanya apa?
Iya, sesuai kata ustadz Felix, tuliskan apa saj, sekalipun tentang TIDAK BISA MENULIS. 

Nah, kenapa kamu tidak bisa menulis?
Bisa kok, lebih dari 10 kan sudah cukup banyak :) 

Lha kenapa sekarang malas?
Mmmm.... karena sibuk mungkin, 

Jangan jadikan sibuk sebagai alasan brother :)
Iya juga sih, dulu awal semester II juga lagi sibuk-sibuknya, tapi juga masih sempat. Malah semester II sudah ada yang tembus koran, SUARA MERDEKA!

Berarti sekarang bisa dong, kan sudah semester VI, harusnya lebih pintar. :)   
InsyaAllah, tapi harus mulai lagi ternyata. :)

Semangatnya kan sudah besar, tinggal disulut sedikit juga sudah kan? :)
Iya, terima kasih... 

Ngomong sendiri ini ceritanya?
Iya, kan lebih baik ngomong tapi plong daripada diem trus makan ati :p

Yaudah, kapan mau nulis?
Hari ini juga mau nulis, :)

Oke, kita cukupkan percakapan kali ini, btw apa pendapat kamu tentang UN bro?
Perbaiki sistem Ujian Nasionalnya, turunkan menterinya juga boleh :)

****** jadi diri sendiri lagi :D

-- ngomong sendiri -- tapi puas -- biarkan saja :D -- kenapa judulnya itu? -- biarkan saja :D

Semarang, 3 Mei 2013
@pejuang_muslim

2 Responses to "Menulis Lagi, Sebuah Maaf Untuk Kesibukan"

  1. konsistensi menulis apalagi buat blogger memang menjadi tantangan tersendiri.

    ReplyDelete
  2. tulis apa saja sekalipun 'Tentang Tidak Bisa Menulis'

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih