Menikahlah! Sebuah Percakapan

blogger templates
muslimshares.wordpress.com
Sang Pena - Assalamu'alaikum kakak :) semoga senantias berlimpah rahmat dan keberkahan dari Allah SWT, aamiin. Pagi ini saya mau sedikit sharing, tentang status kawan di fb, yang rupanya cukup menggelitik. Ya, tentang menikah. Menikah memang selalu menjadi pokok bahasan menarik bagi yang sudah cukup umur. Bukan hanya yang sudah cukup umur, malah ada yang terlalu cukup umur (baca: sudah tua tidak lekas menikah). Hehe,

Trend menunjukkan bahwa menikah muda kini lebih banyak dijadikan pilihan. Alasannya beragam, mulai dari yang hanya sekedar ikutan (ini yang kurang bener). Kemudian ada yang alasannya untuk menyatukan dua keluarga yang sama-sama berada (untuk melanggengkan dinasti sugih-sumugih - kaya). Sampai ada juga yang alasannya untuk ketaatan, menjaga pandangan, dan agar supaya hidupnya di usia muda lebih terfokus (ini yang keren brooh). Terlepas apapun alasannya, menikah tetaplah sebuah hak yang menurut saya diwajibkan bagi yang sudah mampu. Mampu?? dalam hal apa?? yuk simak percapakan di bawah ini: cekidot ;)

X : Hei, sebenarnya wajahmu jg gak cakep2 amat, duwitmu jg pas2an, kerjaan jugaa masih ngalor ngidul, kok dah brani nikah, dah dkasih anak.
Y : Ya...kalo masalah duwit, penting cukup lah. Soal kerjaan, penting halal. Soal "wajah", cari donk yang sepadan biar gk susah2 dapatnya. Kalo masalah berani, itu yg musti muncul dari diri sendiri.
X : Tapi bingung nich. Banyak orang yg bilang kalo modalnya cm berani, itu gk realistis.
Y : Siapa bilang modalnya cuma berani. Berani itu ya harus disertai punya pekerjaan, meski bukan pekeerjaan tetap, yang penting tetap bekerja.
X : Hmm...katanya rejeki sudah da yang ngatur, tapi kok banyak jg yg menikah dan hidupnya masih pas2an atau bahkan kekurangan..
Y : benar. sudah diatur. kita sendiri jg tdk tahu jatah utk kita ini berapa. tp itu bkn urusan kita. yg penting kita mau berusaha dan yakin. krn tanpa itu, ya drmn kita mau dapat rejeki. kalao masalah pas2an/
kekurangan, sepertinya itu bkn masalah deh... asalkan kita merasa bahagia dg itu semua.
X : Dari mana kita bahagia kalo hidup kekurangan / pas2an.
Y : Kita balik saja deh, apakah hidup yg kelebihan itu bisa menjamin bahagia? Belum tentu jg kan. Sudahlah, asal dari awal kita komitmen dg pasangan kita utk selalu optimis dan berbahagia dg kondisi yg "diusahakan", saya rasa itu fine2 saja kok.
X : Tapi kan kadang kita jg pengen seperti orang2, hidupnya serba kecukupan..
Y : Nah...itulah sebenarnya yg jadi masalah. Kta lebih suka memandang "ke atas" dg masalah harta. Padahal kesederhanaan itu lah yg akan membuat manusia langgeng kebahagiaannya. Kita sering menuntut pasangan kita utk memberikan apa yg mnjdi keinginan kita -melebihi kemampuannya-. Kita sering menyalahkan "harta/tingkat ekonomi" yg menjadi penyebab retaknya rmhtangga. Padahal sebenarnya hanya kita saja yang kurang cerdas menyikapi hidup -untuk selalu syukur-.
X : Bingung...
Y : Kalau sudah cukup usia, menikahlah. Optimis usaha / kerja kita akan menghasilakn sesuatu yg akan mnjadi jalan "cairnya" jatah rejeki kita dari Tuhan.


Kesimpulannya kak, menikahlah, jangan lagi kau tunda nikahmu dengan alasan yang kau simpan di lemari tua itu. Lempar alasan dan segera laksanakan pinangan. Baikkan diri, insya Allah, Allah datangkan pula jodoh yang terbaik untuk diri kita :)
 
Salam Bahagia ^__^ (nb: saya belum menikah :)
@alefiko | Nurus Samaa'
 
Dalam indahnya kesyukuran :)
Semarang, 7 Oktober 2013
 

1 Response to "Menikahlah! Sebuah Percakapan"

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih