Ada Apa di Balik Film ‘My Name is Khan’ dan ‘Life of Pi’?

blogger templates
Ada Apa di Balik Film ‘My Name is Khan’ dan ‘Life of Pi’?
sangpena.com - Ada Apa di Balik Film "My Nama is Khan" dan "Life of Pi" | APAKAH Anda pernah menonton film ‘My Name Is Khan’ yang di bintangi Shahrukh Khan dan Kajol Devgan? Jika pernah, sudah tentu bagi Anda seorang Muslim akan menemukan hal ganjil. Film yang berkisah tentang perjalanan hidup Rizwan Khan (seorang Muslim penderita Sindrom Asperger) yang diperankan Shahrukh Khan untuk meraih kembali cinta Mandiira yang diperankan Kajol (seorang wanita Hindu) ini, konon berhasil masuk Box Office di Inggris. (Baca juga: Senyuman Membawa Kebahagiaan)

Ini merupakan prestasi luar biasa bagi sebuah “film asing” di negara Barat. Di AS sendiri, film ini disebut-sebut sebagai film paling laris yang dibintangi oleh Shah Rukh. Apalagi, setting latar film ini memang di Amerika, tepatnya di San Fransisco.
Setiap orang boleh saja mengatakan bahwa film ini adalah film yang inspiratif, mengharukan, dan penuh pesan moral. Namun, dibalik itu semua, film ini juga membawa nilai-nilai universal yang sebenarnya bisa merusak akidah umat Islam. Tak terkecuali film ‘Life of Pi’ yang di bintang aktor Muslim India, Irrfan Khan. Film yang banyak meraih penghargaan Oscar ini juga tak jauh beda dengan ‘My Name is Khan.’ Bermuatan pesan khusus yang mengaburkan arti Tauhid.

Kedua film ini mengajarkan tentang pluralisme yang sebenarnya sudah masuk pada tataran ‘merusak’ akidah. Bagaimana tidak, dalam film ‘My Name is Khan’ tokoh Rizwan Khan biasa-biasa saja ketika ia menikahi seorang gadis Hindu. Padahal dalam hukum Islam, pernikahan yang seperti ini adalah terlarang dan bisa dikategorikan ‘zina seumur hidup’ jika salah satunya tidak berpindah agama menjadi Islam.

Begitu pula dalam sebuah scene yang memperlihatkan Khan singgah di wilayah bagian Georgia, pada saat perjalanannya untuk menemui presiden AS. Di sana, Khan bertemu dengan Mama Jenny dan Joel, dan kemudian Khan bergabung dengan mereka merayakan hari bagi para pahlawan perang, di dalam Gereja, Khan turut hanyut dalam prosesi tersebut, bahkan ikut bernyanyi bersama. Bukankah hal seperti ini haram dilakukan? Di dalam Islam, memandang semua agama sama benar, sehingga kebenaran sebuah agama menjadi relatif, bertentangan dengan berbagai dalil, baik dalam al Qur’an maupun hadits Rasul.

Rasulullah pernah bersabda “Demi Dzat yang menguasai jiwa Muhammad, tidak ada seorangpun baik Yahudi maupun Nasrani yang mendengar tentang diriku dari Umat Islam ini, kemudian ia mati dan tidak beriman terhadap ajaran yang aku bawa, kecuali ia akan menjadi penghuni Neraka.” (HR Muslim).

Di samping itu, dalam film ‘My Name is Khan’ juga berpesan mengucilkan arti jihad, seperti yang tergambarkan dalam scene Khan melempari seorang guru yang mengajarkan semangat jihad kepada murid-muridnya untuk membela saudara-saudara yang tertindas di Palestina. Khan menyebut guru ini berbohong dan menyebutnya iblis.

Senada dengan film yang diperankan Shahrukh Khan, tokoh Irrfan Khan muda dalam film Life of Pi, menggambarkan seorang pemuda yang lahir dari orang tua dengan pola fikir renaissance a la India (ayahnya penderita polio yang berhasil sembuh karena ilmu kedokteran barat dan bukan berdo’a di kuil, sedangkan ibunya seorang botanist yang dikucilkan keluarga karena pemikiran “revolusioner”nya), Pi kecil pertama kali mengenal tuhan lewat agama Hindu dengan Wisnu sebagai sosok sentralnya, dan ketika menginjak remaja ia mengenal welas asih dalam Kristen dan persaudaraan serta ketaatan dalam Islam.

Dalam film ‘Life of Pi’ ini tergambar bahwa seolah-olah semua agama adalah benar, karena Pi belajar mengasimilasi tiga agama (Hindu, Kristen, Islam) untuk mencari Tuhan. Padahal upaya ini adalah misi dari gerakan zaman baru atau New Age, yang berpendapat bahwa Tuhan ada pada diri manusia dan semua agama adalah sama. Pandangan seperti ini jelas salah kaprah dalam Islam, yang menyatakan bahwa satu-satunya agama yang diridhoi Allah hanyalah Islam. Untuk itu,sebaiknya kita berhati-hati dalam menonton film yang setidaknya bisa menggoyahkan akidah kita. Caranya, dengan terus menuntut ilmu agama yang bisa mempertebal keimanan. Wallohu alam.

Islampos

0 Response to "Ada Apa di Balik Film ‘My Name is Khan’ dan ‘Life of Pi’?"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih