Selamat Tinggal Semarang,

blogger templates
kedungmundu semarang, perumahan kinijaya

"Segala sesuatu pada akhirnya akan kita tinggalkan, menjadi yang terbaik adalah pilihan terbaik. Kenapa, karena hanya dengan begitu hidup anda akan terasa dan bermakna" sangpena.com.

Tak terasa empat tahun berlalu, sejak 20 september 2010 silam menginjakkan kaki di Semarang sebagai artis mahasiswa baru. Berbekal kantong sakti doraemon keinginan kuat untuk belajar dan "menjadi orang" akhirnya, tepat di penghujung tahun 2014 ini harus meninggalkan Semarang yang sudah seperti rumah sendiri.

Pergi. Sebuah kata yang akan mengenal pula kata pulang. Dan seperti itulah, jika dulu disebut pergi ke Semarang, maka kini saatnya pergi (pulang) dari Semarang, ke tempat yang lebih kompleks >> ilmu, masalah dan kemajemukan masyarakatnya: ibukota.

Akan rindu semua saat-saat luar biasa di tempat ini, bertemu orang-orang luar biasa, dan (inshaAllah) bersyukur termasuk orang-orang yang luar biasa.

Akan rindu suara mas dadang di setiap adzan masjid Baitussalam. Rindu kumpul bareng di angkringan fatmawati, angkringan dekat indomaret, masa-masa kere yang hidup saling tambal sulam dengan sesama teman yang ternyata juga kere bokek.

Terima kasih Semarang, terlalu banyak kisah untuk diungkapkan di sini. Semoga engkau tetap Semarang, tetap Semarang, tetap Semarang.

Lain kali dituliskan kisahnya ya, mungkin per orang, atau per kegiatan.

Belum juga angkat kaki, tapi rinduku kepada kalian sudah segunung himalaya :D

Bye bye, akhirnya seperti inilah kisah cerita kita, berpisah setelah bersama kaweruh ilmu, semoga suatu saat dijumpakan lagi, dalam penuh kesyukuran sebagai sahabat lama.

Semarang, 29 Desember 2014.
Penuh cinta...

0 Response to "Selamat Tinggal Semarang, "

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih