I Love Batik, I Love Indonesia!

blogger templates
batik indonesia
Sang Pena - Batik bukan hanya sekedar kain! Setidaknya kata ini yang saya pahami ketika berbicara tentang batik. Kenapa harus demikian? Tentu saja karena adanya nilai tak kasat mata daripada batik itu sendiri. Secara istilah bisa saja batik dikatakan sebuah cara atau seni untuk pembuatan bahan pakaian (Wikipedia), namun lebih dari itu batik adalah warisan budaya yang tak ternilai harganya.
Batik telah menembus batas dan sekat sosial di masyarakat. Kita bisa dan biasa menemukan batik digunakan oleh kalangan wong cilik, pedagang di pasar misalnya, penjual sayur, penjual sate hingga pejabar teras bangsa Indonesia bisa dipastikan semua pernah menggunakan jenis kain yang satu ini. 
Bahkan di beberapa kawasan, ada aturan wajib untuk menggunakan pakaian batik. Misalnya, di Nusa Tenggara Barat (NTB) terdapat regulasi yang mewajibkan semua PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk batik setiap hari Kamis. Regulasi semacam ini tentu harus mendapat reaksi positif, selain tentu saja sebagai bukti kecintaan kita terhadap salah satu warisan bangsa, Batik Indonesia. Jangan sampai kejadian "mengklaim" yang biasa dilakukan oleh negara tetangga sebelah berlanjut sampai mengklaim khazanah bangsa yang satu ini. 
Jika beberapa daerah sudah berani menerapkan kebijakan ini, seharusnya daerah lain turut menyikapinya dengan melakukan inovasi atau tindakan serupa guna menyelamatkan, melindungi, dan melestarikan batik Indonesia sebagai warisan leluhur yang harus dijaga. Bukan karena apa-apa, tapi lebih kepada keberadaan dari batik ini di masa mendatang. Bisa saja generasi ini masih menikmati batik, namun generasi mendatang telah tergerus globalisasi dan melupakan apa yang telah dimiliki bangsa ini selama berabad-abad lamanya, batik. 

Wawasan ke-Batik-an
Sebagai generasi muda saya secara pribadi selalu (sering lebih tepatnya) menganalisa bahwa pola serangan globalisasi memang tak hanya dalam ranah ekonomi, sosial ataupun teknologi, tapi juga mengarah kepada budaya bangsa. Jika hal ini dibiarkan berlarut-larut bukan mustahil bahwa Batik Indonesia, hanya menjadi kenangan dalam beberapa generasi mendatang, karena trend dan fashion asing lebih kuat. Dari dasar ini, maka seyogianya kita perlu melakukan sebuah tindakan solutif atas dugaan yang cukup masuk akal tersebut. Dalam pandangan penulis, wawasan ke-batik-an adalah solusinya. 
Wawasan kebatikan mungkin adalah kata yang cukup baru, sehingga perlu adanya riset yang cukup panjang untuk materi dan teknik penyampaian. Namun satu hal yang perlu dicatat adalah, jika wawasan kebatikan mampu dimassifkan hingga tingkat pendidikan dasar, maka kita tak perlu khawatir akan punahnya batik Indonesia di masa mendatang. 
Masa yang akan datang diharapkan bukan hanya generasi tua yang melestarikan batik (produksi, pemasaran, hingga penggunaan) tapi turut serta pula generasi muda yang mampu berinovasi karena memiliki bekal yang cukup sejak dasar (dengan adanya wawasan kebatikan tersebut). 

Selamatkan Batik!
Dalam hal ini adalah pasar. Kenapa harus pasar? Karena dari sana batik terdistribusi dan tersalur hingga ke masyarakat pengguna. Dengan menyelamatkan pasar batik maka kita bisa menyelamatkan banyak hal, seperti perajin batik, distributor batik, hingga pengguna itu sendiri. Bukan hal yang rahasia ketika kita mengetahui banyak pasar tradisional yang mulai gulung tikar karena adanya berbagai "pasar" baru dengan pengelolaan yang lebih modern. Karena sifat masyarakat saat ini adalah mayoritas terdidik, sehingga mulai selektif dalam membelanjakan uang. 
Di Solo kita mengenal adanya Pasar Klewer, secara pribadi jika harus menilai maka akan saya katakan bahwa pasar ini kurang efektif. Masih butuh ruang lebih luas dan pengelolaan profesional agar memberikan hasil maksimal bagi pengguna, dan penjual batik itu sendiri. 
Selain pengelolaan profesional, Pemerintah juga harus menyelamatkan batik dalam cakupan yang lebih luas. Hal ini bisa dilakukan dengan membentuk regulasi yang jelas tentang adanya batik Indonesia, dan melarang segala bentuk pasar pesaing yang bisa berakibat mematikan industri batik nasional. 

I love Batik, I love Indonesia!
Batik dan Indonesia, keduanya adalah satu, sepasang yang tidak mungkin bisa dipisahkan. Jika anda berbicara batik, ingatlah Indonesia, ingatlah Pekalongan, dan ingatlah Solo. Di sanalah batik besar dan mendunia. Dan jika anda mengaku sebagai bangsa Indonesia, mengaku sebagai generasi muda Indonesia, lestarikan batik, budayakan menggunakan batik. I love Batik Indonesia.

Disertakan pada lomba Blog Entry bertema Batik Indonesia, kerja sama Blogfam dan www.BatikIndonesia.com 

20 Responses to "I Love Batik, I Love Indonesia!"

  1. wow.. i Love batik, too.. gud Luck juga yah ;)

    ReplyDelete
  2. Batik..saya suka bagnet sama batik, tapi jangan cuma batik yang digalakkan dunk
    di daerah lain juga banyak kain2 yang bagus, ky kain Tapis dari lampung

    ReplyDelete
  3. @OnEOnYdi lampung banyak koq kain2 tradisionil yg bagus2.. entar lihat aja tgl 25 mei di Lampung Fair 2012. banyak hal yg berbau kultural lampung..

    ReplyDelete
  4. emang harus dilestarikan nih batik.. :)
    love batikkkkk.. :D
    btw, kain tapis tuh yg kaya gimana ya?
    itu dari lampung ya?? baru tau saya.. *malu

    ReplyDelete
  5. mau batik kek, mau kain tapis kek..
    pokoknya aku cinta produk dalam negri.. YAY!!!

    ReplyDelete
  6. @sayanganakku wah lampung juga sama kaya jkt toh? ada Lampung Fair juga. disana nanti ada apa aja gan?

    ReplyDelete
  7. membatik adalah kebudayaan yg harus dilestarikan @Dear Diary

    ReplyDelete
  8. di lampung fair ada apa aja sie disana ?

    ReplyDelete
  9. saya belum pernah ke lampung nie...jadi pengen kesana apalagi kl ada lampung fair gitu

    ReplyDelete
  10. serius ya ada lampung fair ??? saya baru tau yaaa hehehe

    ReplyDelete
  11. setuju.. selamatkan batik!!!!
    heh? kain tapis? dari lampung? baru denger..
    *googlingdulu

    ReplyDelete
  12. Kain tapis itu mbak...kain tenun yang motifnya disulam pake benang emas dan perak..bagus yaaaa..
    sy c jujur aja baru pernah liat kain ulos sama batik doank hehehe...tapi, mulai sering denger nama kain tapis belakangan ini
    *malu2in

    ReplyDelete
  13. eh iyah..maaf ketinggalan.
    Jadi nih, sepertinya bentar lagi Lampung mau ngadain Lampung fair, jadi mungkin karena itu juga budaya2 Lampung yang orang-orang gak gitu kenal mulai deh dikenal...manthaab^^

    ReplyDelete
  14. iya ternyata ada lampung fair ya ??? seru juga tuh ...

    ReplyDelete
  15. ternyata lampung ga mau kalah sama jakarta ya ...bagus deh jadi menambah daya tarik sendiri bagi lampung

    ReplyDelete
  16. kapan ya bisa ke lampung ??? jadi penasaran euyyy....

    ReplyDelete
  17. lampung fair kayak jakarta fair gitu ga sie ??? siapa tau lebih bagus ya ...

    ReplyDelete
  18. @aiaidunk hehehe,,, tumben ya nih postingan banyak banget yang komen :) :D

    ReplyDelete
  19. buat semua yang sudah komentar, terima kasih yaaa :D gak nyangka ada komen panjang banget kaya gini :D
    coba sesekali main ke Blora mas atau mbak, kunjungi tempat wisata yang unik di tempat kelahiran saya :) *promosi terselubung ;D

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih