Surat untuk Calon Imamku

blogger templates
Sang Pena - Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku tak pernah mengejarmu. Sengaja kusimpan rapi rindu ini dalam kalbu. Hanya kutorehkan dalam bait-bait tinta yang belum bisa kuhaturkan padamu. Hingga saatnya nanti, ketika sebuah ikatan suci mengikat jiwa dan raga kita.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku membiarkanmu pergi berlalu. Aku tak ingin mengajakmu pergi sementara punggungmu masih lemah dalam menopang. Kubiarkan engkau terus mengokohkan aqidah, menegakkan sunnah, dan melatih diri untuk istiqamah dalam berakhlaqul karimah. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga saatnya nanti kita dapat pergi bersama dan melipatgandakan kekuatan dakwah tanpa banyak berseteru.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku menundukkan pandanganku. Aku tak tahu keadaan imanku saat ini, besok ataupun nanti. Aku tak ingin hati ini goyah karena sejatinya Allah lah tumpuan utama di hatiku. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku di hatimu, karena Allah.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku masih saja diam dan tak bergeming. Banyak hal yang belum aku mengerti, mengingat dirimu seluas benua dengan kelamnya hutan misteri yang tak mudah untuk dijelajahi. Beri aku sedikit waktu untuk mempelajarinya hingga senantiasa kutabur kasih di hatimu.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku tetap saja acuh padamu. Inilah upayaku menjadi sebaik-baik perhiasan dunia. Saat ini, aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku. Tak lain doaku agar menjadi anak yang shalihah dan dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat.

Untukmu wahai calon imamku…

Maaf jika aku membuatmu menanti. Hanya doa yang dapat kutitipkan pada angin. Agar Allah senantiasa menjagamu, memudahkan urusanmu, serta menjadikanmu bermanfaat bagi seluruh kaum muslimin, tak hanya bagiku.

Maka biarlah Allah yang mengatur pertemuan kita dan bagaimana kita dipersatukan.

Sumber: dakwatuna

Repost by: sang pena | @alefiko | co-founder @pejuang_muslim |
 
Baca juga:
 

0 Response to "Surat untuk Calon Imamku"

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar, yang sopan ya :) | Semua komentar akan dimoderasi.

Hendak diskusi dengan penulis, silakan via email di pena_sastra@yahoo.com. Terima kasih